Ia menambahkan bahwa audiensi ini menjadi titik awal pelurusan miskomunikasi antara perusahaan dan warga. “Saya senang bisa mendengar langsung aspirasi warga. Ini akan kami sampaikan ke manajemen pusat dan menjadi komitmen bersama untuk memperbaiki mekanisme TJSL serta membangun komunikasi yang lebih intensif ke depannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pasir Muncang, Yudi Wahyudin, yang turut mendampingi audiensi, menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proses perekrutan tenaga kerja. Menurutnya, aspirasi utama warga bukan hanya soal bantuan sosial, tapi juga kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Baca Juga: Mahasiswa Demo dan Satpol PP Saling Dorong di Kompleks Pemkab Bogor, Ini Tuntutan yang Disampaikan
“Tujuannya jelas, menyampaikan aspirasi warga agar perusahaan lebih memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa warga lokal sering kali tidak mendapatkan kesempatan karena terbentur syarat pengalaman kerja, padahal pengalaman tidak datang tiba-tiba tanpa diberi kesempatan pertama kali.