Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menjelaskan, Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ari total 288 SPPG yang terdata per 3 November 2025, tercatat bahwa sekitar 195 SPPG atau 67 persen telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji (PKPSS).
Pelatihan diikuti secara merata oleh seluruh karyawan SPPG, dengan rata-rata 47 pegawai per SPPG, sehingga Kabupaten Bogor berhasil melibatkan 100 persen pegawai yang terdaftar.
Baca Juga: Menteri LH Tinjau Program MBG di Kota Bogor, Bangun Kapasitas Anak Menuju Indonesia Emas
Kemudian, inspeksi Kesehatan Lingkungan, sebanyak 163 SPPG atau 56,5 persen telah dilakukan inspeksi langsung oleh petugas Puskesmas. Pemeriksaan mencakup kebersihan dapur, kualitas air, dan fasilitas penyajian makanan.
Serta Pengujian Laboratorium, sebanyak 163 SPPG telah mengirimkan sampel makanan, alat makan, dan air ke Laboratorium Pengujian Daerah (LABKESDA) untuk memastikan standar higiene. Saat ini sebagian hasil pengujian masih menunggu keluarnya laporan laboratorium.
Sampai saat ini, 35 SPPG telah berhasil mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau sekitar 12,6 persen dari total SPPG.
Baca Juga: DKP Kabupaten Bogor Sebut Ada Gejolak Harga Komoditas Pangan, Imbas Masifnya Pembukaan Dapur MBG
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengimbau seluruh SPPG dan pihak terkait untuk segera melengkapi persyaratan agar penerbitan SLHS dapat dilakukan secara maksimal.