“Kita fokus dulu ke penanggulangan struktur yang terdampak. Bekas longsoran sudah dibersihkan, dan proses perbaikan rumah warga sedang dilakukan,” jelas Nandang.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Desa Bantar Sari Rancabungur, 109 Rumah Warga Terdampak

Selain itu, pihak pengembang juga telah melakukan komunikasi dengan warga sekitar, menyampaikan rencana penanggulangan dan program lanjutan. Salah satunya adalah normalisasi saluran air warga yang akan dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami akan normalisasi saluran-saluran air warga sekitar sini lewat program CSR. Saat ini kami sedang berbenah menghadapi situasi yang tidak terkendali seperti ini,” lanjut Nandang.

Di tengah upaya penanggulangan, muncul pertanyaan dari sejumlah warga mengenai kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan rencana tapak (site plan) proyek perumahan tersebut.

Tokoh pemuda Desa Bantarsari, David Khiyarannahari, menyuarakan kekhawatirannya terkait transparansi dokumen-dokumen penting proyek pembangunan ini.

Baca Juga: Rumah Lansia di Cimulang Rancabungur Rusak Berat Tertimpa Longsor dan Pohon Bambu

“Project perumahan dengan luas lahan sebesar ini dan kontur tanah seperti ini seharusnya memiliki Amdal yang jelas dan transparan. Tapi kenyataannya, masyarakat tidak pernah tahu kajiannya seperti apa,” ujar David.