BOGOR, CEKLISSATU.COM - Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, bersama jajaran dan didampingi Lurah Ranggamekar, Amir Santoso, meninjau lokasi bencana luapan air yang merobohkan tembok pagar rumah warga di Kampung Cipinanggading RT 04 RW 04, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (16/4/2026).
Harry menyampaikan, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB akibat aliran air deras dari dataran tinggi yang langsung menerjang permukiman warga.
“Pada 16 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB telah terjadi air bah dari dataran tinggi yang menerjang kediaman warga di RT 04 RW 04, Kelurahan Ranggamekar,” ujarnya di lokasi, Kamis, (17/4/2026) malam.
Baca Juga: Ratusan Karya Membanjiri AJMH Thamrin 2026, Partisipasi Media Meningkat Tajam
Ia menuturkan, saat kejadian aparat wilayah bergerak cepat melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Jajaran wilayah langsung sigap, berkoordinasi dengan Binmas, BPBD, dan pihak kelurahan. Alhamdulillah kondisi saat ini sudah dapat diantisipasi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan akan menggelar kerja bakti pada Jumat (17/4/2026) bersama 16 kelurahan di wilayah Bogor Selatan. Upaya tersebut difokuskan pada pembersihan dan penanganan jalur air untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami akan melakukan aksi bersih-bersih dan menutup jalur air tertentu agar jika hujan kembali turun, kondisi sudah lebih terkendali,” jelas Harry.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan seperti tebingan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat.
Selain itu, hasil peninjauan menunjukkan adanya saluran drainase di belakang rumah warga yang tertutup bangunan. Kondisi tersebut dinilai memperparah aliran air hingga mengikis tanah dan menyebabkan kerusakan bangunan.
Baca Juga: Ini Program Prioritas Kelurahan Cimahpar pada Tahun 2026
“Saluran drainase tertutup bangunan dapur. Jika tertutup, saat debit air besar pasti meluap dan mengikis tanah di bawah rumah. Ini akan segera kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan dinas terkait, khususnya PUPR,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Ranggamekar, Amir Santoso, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola perumahan di sekitar lokasi terkait derasnya aliran air yang masuk ke wilayah tersebut.
“Debit air dari kawasan perumahan cukup besar, sehingga perlu dilakukan normalisasi. Sudah ada komitmen dari pengembang, namun belum sepenuhnya dirasakan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kelurahan akan segera melakukan normalisasi saluran air bersama warga dan aparat wilayah. Untuk penanganan sementara, jalur aliran air akan diatur agar tidak langsung menuju area terdampak.
“Untuk sementara, salah satu jalur air akan ditutup agar aliran difokuskan ke satu jalur menuju Sungai, sehingga tidak membebani wilayah ini,” pungkasnya.