“Kami akan melakukan aksi bersih-bersih dan menutup jalur air tertentu agar jika hujan kembali turun, kondisi sudah lebih terkendali,” jelas Harry.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan seperti tebingan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat.


Selain itu, hasil peninjauan menunjukkan adanya saluran drainase di belakang rumah warga yang tertutup bangunan. Kondisi tersebut dinilai memperparah aliran air hingga mengikis tanah dan menyebabkan kerusakan bangunan.

Baca Juga: Ini Program Prioritas Kelurahan Cimahpar pada Tahun 2026


“Saluran drainase tertutup bangunan dapur. Jika tertutup, saat debit air besar pasti meluap dan mengikis tanah di bawah rumah. Ini akan segera kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan dinas terkait, khususnya PUPR,” tegasnya.


Sementara itu, Lurah Ranggamekar, Amir Santoso, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola perumahan di sekitar lokasi terkait derasnya aliran air yang masuk ke wilayah tersebut.


“Debit air dari kawasan perumahan cukup besar, sehingga perlu dilakukan normalisasi. Sudah ada komitmen dari pengembang, namun belum sepenuhnya dirasakan warga,” ujarnya.