BOGOR, CEKLISSATU --Sempat membuat heboh di Sosial Media (Sosmed), lantaran dua anak berinisial A (11) dan K (11) siswi sekolah dasar di wilayah Gunungsindur membuat video mengaku, jadi korban penculikan. Ternyata, setelah ditelusuri Kepolisian hoax.
Menurut Kapolsek Gunungsindur Kompol Birman Simanulang, bahwa kedua anak itu terpaksa membuat video pengakuan diculik, karena takut dimarahin orang tuanya, akibat pulang terlambat bermain.
"Berita penculikan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat kedua anak tersebut,"kata Kompol Birman kepada wartawan.
Baca Juga : Aksi Panggung Fiersa Besari di Pekanbaru Dihentikan Karena Lighting dan Genset Meledak
Dirinya menambahkan, kedua anak yang berstatus sebagai pelajar di salah satu SDN di Gunung Sindur pulang lebih cepat dari waktu pembelajaran, tetapi langsung bermain tidak langsung pulang kerumah sehingga lupa waktu.
"Karena takut dimarahi oleh orang tuanya, mereka akhirnya mengarang cerita menjadi korban penculikan hingga informasi beredar luas di masyarakat," katanya.
Selain itu, pihak orang tua pelajar telah mengklarifikasi pemberitaan atas adanya berita penculikan anak, yang tersebar luas di kalangan masyarakat merupakan berita hoax.
"Saat ini kedua orang tua anak telah meminta permohonan maaf ke seluruh masyarakat luas yang di buat resah akan pemberitaan penculikan," katanya