BOGOR, CEKLISSATU - Sebanyak 852.060 warga Kabupaten Bogor, belum mendaftarkan diri menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Meski tinggi, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan Cibinong, Kabupaten Bogor mengklaim terjadi penurunan dari jumlah tersebut.
“Tahun kemarin ada 900 ribuan jiwa (yang belum terdaftar) atau 17 persen. Terjadi penurunan sekitar satu persen,” ungkap
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cibinong, Betty Prapat kepada wartawan, Kamis (16/6/22).
Betty mengaku masih terus berupaya meningkatkan angka kepesertaan masyarakat dalam program JKN.
Sebab, melihat persentase yang ada, jumlah peserta JKN di Kabupaten Bogor masih sekitar 84,01 persen (4,47 juta jiwa) atau masih di bawah angka rata-rata nasional dengan persentase 86 persen.
Menurut Betty, Kabupaten Bogor memiliki kendala berupa wilayah yang luas dan jumlah penduduknya terbanyak se-Indonesia di tingkat kota/kabupaten.
“Kita menunggu data yang sudah diverifikasi oleh pemerintah daerah, kemudian mereka yang belum terdaftar bisa menjadi peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI),” jelas Betty.