BOGOR, CEKLISSATU - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor raya kecewa, lantaran aksi demo yang digelar di depan gerbang Pemkab Bogor, Cibinong, Senin 12 September 2022, tak mendapatkan respon dari Pemda maupun DPRD.


Kekecewaan itu dituangkan ke dalam upaya mereka saat mendorong gerbang Pemkab Bogor dan merangsek masuk ke wilayah pemerintahan.


Bukan tanpa alasan, Presiden Mahasiswa Sekolah tinggi ilmu syariah Al wafa, Totowi Jaelani mengatakan, Pemda dan DPRD merupakan pemangku kebijakan di daerah untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.

Baca Juga : Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ade Yasin Yakin Hakim Objektif


Dengan tidak hadirnya lembaga tersebut, mereka mengaku akan melakukan aksi demonstrasi kembali dengan jumlah yang lebih banyak. 


"Kita akan membawa masa aksi yang lebih banyak dari pada ini. Untuk hari ini yang tergabung baru 10 kampus dari universitas se-Bogor raya," jelasnya.


Toto menilai menilai ada ketimpangan yang begitu terlihat antara naiknya BBM dan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini mulai perlahan bangkit akibat Pandemi Covid-19.


"Ketimpangan sosial ini agar diperbaiki karena kita kan baru pulih dari Covid 19, tentunya kita harus membangun ekonomi dulu. Jangan sampai ada ketimpangan antara di kota dan daerah karena ini sangat berpengaruh," katanya.


Menurut Toto, pusat seharusnya 
mencoret program pembangunan strategis seperti proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang belum terlalu penting dan mengalihkannya kepada subsidi BBM.


"Jadi kita harap pembangunan starategis itu ditunda atau dialihkan dulu dananya untuk yang lebih urgent seperti BBM untuk menutupi itu," ungkap Toto.