BOGOR, CEKLISSATU - Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan menyebutkan, berdasarkan hasil uji laboratorium di Subang, ada 14 sapi yang dinyatakan terpapar wabah PMK tersebut.

"Jumlah yang terkonfirmasi 14 ekor sesuai hasil laboratorium balai veteriner Subang," kata Hardy.

Pihaknya pun membatasi pasokan hewan dari luar daerah untuk mengantisipasi merebaknya

wabah PMK tersebut.

Pembatasan pasokan hewan itu terutama dilakukan dari wilayah yang ditemukan kasus PMK seperti Jawa Timur.

Hardy membeberkan jika

peran Jawa Timur dalam mendatangkan hewan ternak ke Kabupaten Bogor cukup besar. Dimana pada tahun 2021, dari 42.834 hewan baik sapi, kambing, kerbau dan domba, 25 persennya berasal dari Jawa Timur.

Sementara 35 persennya dari Jawa Tengah dan sebagian lainnya dari NTB, NTT, Bali, dan ternak lokal.

"(Jadi) kemungkinan di tahun 2022 ini jumlahnya menurun karena ada pembatasan itu, namun belum bisa diprediksi berapa jumlahnya," kata Hardy.

Namun begitu, Hardy menyebut, untuk wilayah Jabodetabek suplai hewan ternak tetap melimpah, hanya pembatasannya yang lebih diperketat.

"Kita juga tidak bisa menolak ternak-ternak yang datang apabila ternak tersebut sehat dan tidak berasal dari daerah kasus, mudah-mudahan penurunannya tidak besar karena banyak juga dari luar Pulau Jawa yang bisa masuk," jelasnya.