BOGOR, CEKLISSATU - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridho, mengakui selama ini banyak oknum pelaku pemalsuan buku uji kendaraan atau KIR pada kendaraan niaga.

Selepas peluncuran Smartcard berbasis Radio Frequency Identification (RFID) di kantornya, pagi tadi, Agus mengklaim jika sistem elektronik ini menjadi salah satu solusi meminimalisir pemalsuan buku KIR tersebut.

"Smartcard yang berbasis RFID ini memang sesuatu yang baru yang diterapkan. Harapannya ini untuk mengurangi pemalsuan (buku KIR) yang selama ini terjadi," jelas Agus, Senin (18/7/22).

Tak hanya meminimalisir, Agus meyakini jika penerapan Smartcard tersebut akan lebih mematangkan proses uji kendaraan.

"Jadi lebih valid ya, dengan begitupun keselamatan kendaraan akan lebih terjamin," jelasnya.

Menurutnya, sistem elektronik ini juga merupakan proses peralihan dari manual. Paling signifikan, perbedaan itu terlihat setelah kendaraan yang telah melakukan uji KIR tidak dicat seperti sebelumnya melainkan diberikan barcode serta Smartcard yang terhubung langsung dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kalau manual seperti dulu semua orang bisa melakukannya, makanya banyak ditemukan buku KIR palsu. Tetapi dengan inovasi baru seperti ini memberikan kemudahan kepada kita, seperti saat melakukan pengawasan di lapangan, ketika ada operasi kita cukup menggunakan HP itu sudah muncul datanya semua," kata Agus.

ERUL