Pendapatan Neto Perseroan mencapai Rp18.548,7 miliar, naik +3,3 persen. Beban Pokok Pendapatan meningkat menjadi -Rp12.487,8 miliar, naik +3,2 persen seiring dengan peningkatan volume penjualan. Hal ini menghasilkan marjin Laba Bruto sebesar 32,7 persen untuk tahun 2024.
Beban Usaha yang meningkat sebesar +2,7 persen menjadi -Rp3.725,1 miliar yang bersumber dari kenaikan volume penjualan dan biaya lainnya dari perluasan operasi di Grobogan, serta penurunan Beban Operasi Lain – Neto sebesar -6,4 persen menjadi Rp57,6 miliar, sehingga margin Laba Usaha sebesar 12,9 persen dan EBITDA sebesar 21,2 persen pada tahun 2024.
Pendapatan Keuangan – Neto yang lebih rendah -188,4% menjadi -Rp74,9 miliar disebabkan oleh beban bunga dari utang PT Semen Grobogan.
Baca Juga: Indocement Kuasai 29,7 Persen Pangsa Pasar Semen di Indonesia
Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi – Neto meningkat +363,5 persen menjadi Rp145,3 miliar berasal dari laba yang lebih tinggi dari entitas asosiasi. Beban Pajak Penghasilan – Neto turun menjadi -Rp455,1 miliar atau lebih rendah -2,0 persen. Terakhir, Laba Tahun Berjalan lebih tinggi +3,0 persen menjadi Rp2.007,9 miliar.
Neraca Keuangan yang Kuat
Indocement membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp4,5 triliun hingga 31 Desember 2024.

Tetap Lincah di Masa yang Penuh Tantangan
Permintaan semen yang lemah akan terus berlanjut hingga awal tahun 2025 karena musim hujan yang diikuti oleh bulan puasa. Namun, kami masih memperkirakan kemungkinan permintaan positif sebesar 1 persen – 2 persen pada tahun ini meskipun ada pengurangan anggaran infrastruktur.