BANDUNG, CEKLISSATU - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti UMKM yang tidak ada kemajuan meski selalu mengikuti pelatihan dan pendampingan.
Menurutnya, UMKM seperti itu harus bisa menaikan kualitas produksi sehingga bisa berdaya saing.
“IItulah UMKM yang harus dikasih tahu bahwa ini era sektor yang betul-betul produktif, konkret,” ungkap Cak Imin kepada awak media di Jalan Braga Bandung, Minggu (22/6/2025).
Cak Imin mengatakan, menjadi UMKM yang maju tidak cukup hanya bergantung kepada pelatihan. Namun harus juga memiliki motivasi dan upaya tersendiri agar memiliki produksi yang unggul.
“Kalau anda mau bertahan, bikin produksi yang dibutuhkan dan benar-benar memiliki produksi yang unggul,” kata dia.
Ia juga menekankan, UMKM yang hanya sekedar mengikuti pelatihan tanpa ada perkembangan signifikan serta tidak memiliki produksi bakal dicoret dari daftar peserta pelatihan.
Baca Juga: Masyarakat Antusias Urus NIB Gratis, Layanan Terpadu Dinas Koperasi dan UMKM di Kabogorfest 2025
“Kalau sekedar ikut pelatihan, nanti pada saatnya anda kita coret. UMKM yang hanya ikut pelatihan-pelatihan saja, tidak produksi, akan kita coret dari proses pelatihan,” ucap dia.
Terlebih, saat ini anggaran bantuan sosial untuk UMKM sendiri mencapai Rp 500 triliun setiap tahunnya. Sehingga, anggaran tersebut harus tepat sasaran kepada UMKM yang memiliki potensi untuk maju dan berkembang.
“Anggaran untuk pelatihan, bantuan sosial untuk UMKM semuanya setiap tahun itu 500 triliun. Ini sedang kita konsolidir agar tepat sasaran, efektif, produktif, berkelanjutan. Jadi itulah yang disebut satu proses pendampingan,” tutur dia.
Baca Juga: 70 Pelaku UMKM dan Difabel Ikuti Pelatihan dan Literasi Keuangan
Lebih lanjut, dirinya juga menerangkan bahwa UMKM sendiri nantinya bakal bersinergi dengan lembaga usaha negara seperti Koperasi Merah Putih dan BUMDes Dalam pemberdayaan masyarakat.
“Pada akhirnya ketemu, tapi sampai hari ini masih belum. Pada akhirnya UMKM, Koperasi, BUMDES semua bersinergi. Bersinergi sekaligus berkompetisi,” terang Cak Imin.
Disinggung terkait big data atau data base UMKM yang tengah digarap pemerintah, dirinya memastikan bahwa data tersebut masih terus diverifikasi agar pemberdayaan UMKM bisa tepat sasaran.
Baca Juga: Siapkan Wadah Bagi Calon Wirausaha Muda, Pemkot Bandung akan Bangun UMKM Center
“Betul. Menteri UMKM terus menggodok penyatuan data real UMKM. Yang memang sangat besar jumlahnya, puluhan juta. Nah ini harus terus diverifikasi, di cek, dan kemudian diberdayakan,” tutup dia.