BOGOR, CEKLISSATU.COM - Muhsinin Club siap mendukung Kampoong Ecopreneur melahirkan calon-calon miliarder baru.
Pendiri Muhsinin Club, Dewa Eka Prayoga menyerahkan sedekah sebesar Rp250 juta ke Kampoong Ecopreneur yang berlokasi di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor itu.
Dukungan Muhsinin Club kepada Kampoon Ecopreneur itu diarahkan untuk pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan atau ecopreneur yang bertujuan mencetak miliarder baru
Dewa, yang juga pakar digital marketing itu, mengatakan Muhsinin Club merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kepedulian sosial dan keberlimpahan harta.
Baca Juga: Pesinetron Ziska Zella Luncurkan Brand Venimeux untuk Semua Kalangan
Sejak berdiri pada 2022, organisasi ini telah menghimpun donasi hingga puluhan miliar rupiah. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program, mulai dari pembinaan ratusan santri penghafal Al-Qur’an, pemberangkatan 158 hafidz Al-Qur’an secara gratis, hingga penyaluran berton-ton beras bagi santri.
"Kami ingin harta yang kami miliki memberi dampak positif bagi manusia," kata Dewa.
Ia menyebut, dukungan kepada Kampoong Ecopreneur didorong oleh kesamaan visi, khususnya dalam upaya membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini mengatakan, yayasan yang ia dirikan menargetkan lahirnya santri yang bisa menjadi pemimpin, kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan peduli lingkungan.
Baca Juga: Awalnya Pekerja, Begini Kisah Sukses Pengusaha Cutting Sticker Asal Pamoyanan Bogor
"Cita-cita kami adalah melahirkan santri the next billionaire, seperti Nabi Sulaiman—menjadi pemimpin sekaligus memiliki kekuatan harta," ujarnya.
Kampoong Ecopreneur juga mengusung konsep One Family One Ecopreneur, yakni satu keluarga didorong untuk memiliki satu unit usaha produktif berbasis lingkungan.
Untuk itu, yayasan tengah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat berbasis bisnis ecopreneur di wilayah Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, serta daerah lain.
Baca Juga: Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah
Menurut Jamil, pada tahun ini Kampoong Ecopreneur menargetkan produk pertanian masyarakat binaan dapat menembus pasar ekspor.
"Kami menargetkan tahun ini pemberdayaan masyarakat itu mengekspor ubi ungu dan kopi ke Singapura dan Malaysia. Kami sudah memiliki tim yang memberdayakan masyarakat dan telah mengekspor ubi ungu ke negara-negara itu," kata Jamil.
Selain penguatan ekonomi, Kampoong Ecopreneur menempatkan isu lingkungan sebagai pilar utama melalui program sedekah oksigen.
Jamil menyebut, meski baru sekitar tiga bulan berdiri, yayasan tersebut telah menerima dukungan berupa 2.000 pohon kopi dari para donatur.
Baca Juga: Gelar Sarasehan Pengusaha Muda, BPC HIPMI Kabupaten Bogor Siap Rapatkan Barisan
IPB University juga berkomitmen untuk menyediakan ribuan bibit tanaman, seperti nangka, rambutan, dan alpukat, untuk ditanam di kawasan Kampoong Ecopreneur.
Dukungan serupa datang dari pemerintah, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan komitmennya untuk memberikan satu juta pohon sebagai bagian dari dukungan terhadap program sedekah oksigen yang dijalankan Kampoong Ecopreneur.
Jamil menegaskan, bahwa pendekatan ekonomi dan lingkungan tersebut dirancang agar berjalan beriringan.
"Kami ingin mencetak santri tahfizh preneur—hafizh Al-Qur’an yang memahami tadabur alam, membangun usaha, dan menjaga lingkungan," ujarnya.