JAKARTA, CEKLISSATU - Pemanfaatan teknologi digital yang terhubung dengan mesin-mesin pertanian dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan menangani masalah pertanian secara cepat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto mengatakan, integrasi teknologi digital dalam pertanian biasa disebut smart farming. Digitalisasi memungkinkan diterapkan dari hulu (on farm) hingga hilir (off farm) yang terintegrasi.
“Penggunaan teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain dan analisis big data memiliki potensi diterapkan dalam pertanian,” ujar Sugeng dalam webinar bersama Kementerian komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR dengan tema Membangun Indonesia Negara Agrikultural Yang Cakap Digital, Rabu 24 Mei 2023.
Baca Juga : Pertanian Bisnis Menjanjikan, Mentan: Petani Milenial Bisa Bergerak di Produksi dan Pengolahan
Sementara itu Anggota Komisi I DPR, Mohammad Idham Samawi mengatakan, bahwa saat ini terjadi transformasi media seperti radio, media cetak ke transformasi media televisi dan hari ini bertransformasi ke media digital.
Suka atau tidak suka, mau tidak mau kita harus mengikuti zaman agar tidak ketinggalan zaman. “Tidak ada lagi batasan ruang dan waktu untuk transformasi digital. kedaulatan pangan sudah semestinya dicanangkan di negara Indonesia, bukan ketahanan pangan,” ujar Idham.
Menurut Idham, karena kalau kita bicara tentang ketahanan pangan, ketahanan pangan adalah bentuk ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat tetapi kita tidak peduli sumber pangannya darimana.
Idham menjelaskan bahwa NKRI sangat luas dan memiliki berbagai macam sumber pangan, dari Sabang sampai Merauke NKRI memiliki banyak sekali ladang yang bisa dimanfaatkan.
“Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk kita tidak mencanangkan kedaulatan pangan untuk Indonesia,” ujar dia.
Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.
“Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi,” tutup dia.