BOGOR, CEKLISSATU.COM – Isu kebocoran retribusi parkir yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah mendorong hadirnya solusi berbasis teknologi.
PT Nawasena Sinergi Indonesia (NSI) menawarkan sistem parkir digital 100 persen cashless untuk Kota Bogor yang diklaim mampu meningkatkan retribusi parkir, meningkatkan transparansi, memantau transaksi secara real-time, menekan potensi kebocoran retribusi, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran menggunakan QRIS dan kartu uang elektronik.
Direktur PT NSI, Achmad Imaddudin Sugiarto, mengatakan perusahaan yang di pimpinnya itu bergerak di bidang penyediaan layanan manajemen yang meliputi manajemen pengamanan, manajemen aset, manajemen perparkiran, hingga pengembangan teknologi informasi.
Baca Juga: Verifikasi Jukir, Pemkot Bogor Tingkatkan Pendapatan Perparkiran
Menurutnya, NSI juga memiliki kemampuan membangun sistem monitoring terpusat, command center, serta mengintegrasikan berbagai aset agar dapat dipantau secara real-time.
“Kami tidak hanya bergerak di bidang manajemen pengamanan, aset, dan perparkiran, tetapi juga memiliki tim teknologi yang mampu membangun berbagai sistem digital, mulai dari sistem pengamanan, monitoring, hingga command center yang terintegrasi,” ungkap Achmad kepada ceklissatu.com, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai, Kota Bogor sebagai kota jasa memiliki potensi besar untuk menerapkan sistem digital dalam pengelolaan parkir maupun pemantauan kawasan strategis, dan meningkatkan PAD melalui retribusi parkir.
Baca Juga: Parkir Digital DKI Jakarta Dinilai Efektif Dongkrak PAD dan Tekan Kebocoran Retribusi
Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi banyak daerah adalah transparansi dan pengawasan pengelolaan retribusi parkir.
Melalui sistem yang dikembangkan NSI, seluruh transaksi parkir dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kebocoran retribusi dparkir apat diminimalkan.
Achmad menjelaskan, sistem pembayaran yang ditawarkan sepenuhnya menggunakan transaksi nontunai melalui kartu uang elektronik maupun QRIS tanpa memerlukan aplikasi khusus bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Bogor Bersama DPRD Setujui Raperda Pajak dan Retribusi Daerah, Wabup Jaro Ade: Optimalkan PAD
“Pembayarannya 100 persen cashless. Masyarakat cukup menggunakan uang elektronik atau QRIS. Selain lebih cepat dan praktis, sistem ini juga mengurangi penggunaan kertas sehingga lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Untuk penerapan parkir di badan jalan (on-street), petugas akan dilengkapi perangkat khusus yang digunakan untuk memproses pembayaran secara digital.
Sementara pada kawasan parkir di dalam gedung (off-street), sistem dapat dilengkapi barrier gate dan perangkat pendukung lainnya.
Baca Juga: Dedie Dorong DPUPR Tingkatkan PAD Lewat Retribusi Sedot WC
Selain itu, Achmad menegaskan penerapan teknologi tersebut tidak akan menghilangkan peran juru parkir yang sudah ada.
Sebaliknya, NSI mengedepankan pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui edukasi dan peningkatan kompetensi.
“Kami memprioritaskan keterlibatan masyarakat lokal. Juru parkir yang sudah ada dapat diberdayakan dan diberikan edukasi agar mampu mengoperasikan sistem digital ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Retibusi Kebersihan Giring Masyarakat Cinta Lingkungan, DPRD: Ciptakan Jakarta Bebas Sampah
Perusahaan yang berdiri sejak 2023 tersebut saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah klien, termasuk sektor BUMN, serta beroperasi di Jakarta, Semarang, dan Sulawesi.
Achmad berharap inovasi yang dikembangkan NSI dapat menjadi salah satu solusi bagi Pemerintah Kota Bogor dalam mewujudkan sistem parkir yang lebih baik.
“Mudah-mudahan sebagai warga Bogor saya juga bisa ikut berkontribusi membantu menghadirkan sistem yang bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat,” tutupnya.