BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Gerakan Pangan Murah kembali digelar di Kota Bandung sebagai upaya strategis Pemerintah Kota dalam menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga ketersediaan pasokan Selasa (9/9/2025).

Program gerakan pangan murah itu memangkas rantai distribusi pangan sehingga harga beras, minyak goreng, gula, telur, dan sayuran segar dapat dijual lebih murah langsung dari produsen kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin gin Ginanjar mengatakan, gerakan pangan murah itu ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus stabilitas harga.

Baca Juga: Ringankan Belanja Warga, Pemkab Bogor Gencarkan Gerakan Pangan Murah 9 hingga 24 September 2025

Lebih lanjut, selain beras, juga ada berbagai komoditas pangan strategis lain, seperti minyak goreng, gula putih, telur, sayuran segar, dan cabai rawit (cengek) yang harganya tengah naik di pasaran.

"Kita memangkas rantai distribusi, harga yang dijual dalam GPM bisa lebih murah dibanding pasar. Barangnya datang langsung dari produsen, sehingga masyarakat lebih terbantu," ujarnya, di di kantor PKK Kota Bandung, Selasa (9/9/2025).

Gerakan pangan murah di Kota Bandung tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk membeli sembako murah, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi pangan.

Baca Juga: GPM Serentak Tingkat Jabar, Sekda Bogor: Langkah Konkret Pemda Jaga Stabilitas Pangan dan Bantu Masyarakat

Pemkot Bandung berupaya memastikan harga tetap terkendali tanpa mengurangi ketersediaan pasokan.

"Kita harap hadirnya gerakan pangan murah menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau," tutupnya.