JAKARTA, CEKLISSATU – Invasi Rusia ke Ukraina menjadi senjata makan tuan buat Rusia sendiri.
Hal itu karena ekonomi Rusia mengalami penyusutan sebesar 2,1% akibat sanksi yang diberikan Barat karena invasi Rusia tersebut.
Menurut data badan statistik pemerintah Rosstat, angka tersebut sedikit di atas perkiraan kontraksi 2,9% oleh Kementerian Pembangunan Ekonomi pada September 2022. Adapun, bank sentral sebelumnya memproyeksikan kontraksi hingga 3%, seperti dikutip dari AFP, Selasa 21 Februari 2023.
Baca Juga : Dampak Perang Rusia – Ukraina, Jerman paling Menderita
"Kontraksi 2,1% dalam PDB Rusia pada tahun 2022 lebih kecil dari yang diharapkan dan konsisten dengan ekspansi pada kuartal keempat, memberikan bukti lebih lanjut yang menunjukkan bahwa ekonomi stabil setelah pukulan awal dari sanksi pada kuartal kedua," kata Liam Peach di Capital Economics.
Angka Rosstat juga lebih baik daripada proyeksi 2,5% yang diutarakan oleh Presiden Vladimir Putin sebulan lalu, dan jauh dari perkiraan 'apokaliptik' ketika negara-negara Barat pertama kali mulai menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah perang.
Gubernur Bank Rusia, Elvira Nabiullina memperkirakan, ekonomi akan kembali tumbuh pada pertengahan tahun ini. Dia memberikan kisaran -1% hingga 1% persen untuk PDB tahun ini.