Oleh karenanya, penting bagi pemerintah untuk mendukung UMKM agar semakin berdaya, sehingga para perempuan yang berperan aktif di dalam pengembangan UMKM tersebut juga ikut merasakan dampak positifnya.

Meski  demikian,  dia  juga  menekankan  masih  terdapat  tantangan  yang  dihadapi perempuan, seperti  keterbatasan  akses  terhadap  pelatihan,  pembiayaan,  dan  pasar.  

Baca Juga: Siap Majukan UMKM Lokal, Ini yang Dilakukan Jaringan Jurnalis Bogor

Oleh  karena itu,  kolaborasi  lintas  sektor  sangat  penting  untuk  menjawab tantangan tersebut  dan  memastikan perempuan mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi ekonominya.

Lebih  lanjut,  dia  menjelaskan,  salah  satu  bentuk  dukungan  konkret  yang  dilakukan Kementerian  Perdagangan  adalah  melalui  pelatihan  UMKM. 

Kemendag  memiliki  Pusat  Pelatihan Sumber  Daya  Manusia  Ekspor  dan  Jasa  Perdagangan (PPEJP) di  Jakarta.  

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim: Ramadan Fest Beri Ruang UMKM Pasarkan Produk dan Jaga Stabilitas Pangan

Lembaga  ini  secara  aktif memberikan   pelatihan   kepada   pelaku   UMKM,   antara   lain   terkait  prosedur   ekspor-impor, perhitungan  biaya  dan  penetapan  harga  ekspor  (export  costing  and pricing),  hingga  strategi penetrasi pasar globalguna meningkatkan kapasitas UMKM dalam mendukung pertumbuhan dan peningkatan ekspor.

"Selain  pelatihan  tatap  muka,  Kemendag  juga  menyediakan  pelatihan  daring  yang  dapat  diakses UMKM di seluruh Indonesia," kata dia.

Tidak hanya   itu, Kemendag   menargetkan perwakilan   perdagangan   Indonesia   di   33   negara menyelenggarakan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) setiap harinya. 

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Resmi Hadir di Rancabungur, Siap Saingi Bank Emok dan Mendorong Perekonomian Masyarakat

Kegiatan ini melibatkan  pembina  UMKM  dari  Badan  Usaha  Milik  Negera  (BUMN)  maupun  swasta  untuk mempertemukan pelaku UMKM dalam negeri dengan calon pembeli dari luar negeri.