BOGOR, CEKLISSATU.COM - Di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, seorang petani perempuan bernama Amelia berhasil mengubah lahannya menjadi sentra pembelajaran sorgum.

Lahan sederhana itu kini menjadi tempat petani lokal belajar budidaya sorgum sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Sejak panen perdana, lahan itu ramai didatangi warga. Ada masyarakat biasa, ada pula kelompok tani dari berbagai desa yang datang bukan sekadar melihat, tapi menyerap ilmu dari pengalaman Amelia.

Baca Juga: Sorgum: Potensi Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Ketahanan Pangan

Ia percaya, semakin banyak orang yang menanam sorgum, semakin luas pula jejaring pengetahuan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

“Lebih luas lagi jaringan sorgumnya, masyarakat bisa lebih tahu cara pengelolaan dan penanaman,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan batang sorgum untuk pakan ternak, Senin (15/9/2025).

Hasil panen kali ini memang belum banyak—tak sampai satu ton, masih menunggu disosok dan dirontok di gudang.

Baca Juga: Kembangkan Sumber Energi Terbarukan dari Sorgum, Ini yang Dilakukan Pemkot Bandung

Namun bagi Amelia, yang lebih berharga dari sekadar angka adalah tumbuhnya keyakinan, sorgum bukan tanaman yang dibiarkan begitu saja, melainkan komoditas dengan masa depan.

“Tak perlu khawatir soal penjualan, karena sorgum sudah ada penampung dan pengelolanya,” katanya kepada para petani.