BEKASI, CEKLISSATU.COM - Ketua DPRD Kota, Bekasi Sardi Efendi menegaskan, setiap keputusan yang diambil lembaga legislatif harus didasarkan pada analisis akademik yang komprehensif agar menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sardi Efendi saat menerima kunjungan Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA) Bekasi, Harun Al-Rasyid, di Gedung DPRD Kota Bekasi.
Dalam pertemuan itu, Sardi menjelaskan, bahwa seluruh proses penyusunan kebijakan di DPRD Kota Bekasi diarahkan menggunakan pendekatan parliament scientific, yakni pengambilan keputusan yang didasarkan pada kajian akademik, telaah mendalam, dan analisis yang menyeluruh.
Baca Juga: Kota Beracun Ke-2 di Dunia, Bekasi Mengancam Ledakan Gas Metana Sebesar 6,3 Ton Per Jam
Menurutnya, kebijakan yang disusun melalui pendekatan ilmiah akan memiliki landasan yang lebih kuat sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
"Kebijakan yang lahir dari proses kajian yang komprehensif akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan," ujarnya.
Sardi juga berharap UNISMA dapat menjadi mitra strategis DPRD Kota Bekasi dalam memperkuat kualitas penyusunan kebijakan sekaligus mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Ia menilai kolaborasi antara lembaga legislatif dan perguruan tinggi akan memperkaya proses penyusunan kebijakan melalui berbagai hasil riset dan kajian akademik yang objektif.
"Ke depan kami berharap kerja sama dengan UNISMA dapat semakin memperkuat kualitas kebijakan, keputusan, serta arah pembangunan Kota Bekasi melalui pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan," katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UNISMA Bekasi, Harun Al-Rasyid, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.
Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam proses penyusunan kebijakan publik akan menghasilkan keputusan yang lebih terukur, sesuai regulasi, dan memiliki dasar keilmuan yang kuat.
Harun menilai, DPRD Kota Bekasi berpeluang menjadi pelopor dalam penerapan konsep parliament scientific di tingkat legislatif daerah.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen UNISMA yang terus mengembangkan inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan kajian sosial untuk mendukung pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Sardi Efendi: Penyalurannya Harus Bersih
"Dewan Kota Bekasi akan menjadi pionir dalam proses parliament scientific, karena baru DPRD Kota Bekasi yang menerapkan keilmuan ini. Hal ini sejalan dengan UNISMA yang akan melakukan inovasi pendidikan dan kajian sosial. Berkhidmat untuk kemaslahatan umat," katanya.
Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berharap lahir berbagai kebijakan publik yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan warga, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Bekasi.