YOGYAKARTA, CEKLISSATU - Forum Kabah Membangun (FKM) dan Forum Ulama Membangun (FUM) akan menggelar deklarasi serta dukungan untuk calon presiden (capres) Anies Rasyid Baswedan di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hari ini Rabu 16 November 2022.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyalurkan aspirasi keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Ketua FKM Habil Marati yang bakal memimpin gelaran deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Kader senior PPP ini mengatakan, dukungan kepada Anies untuk mengangkat kader umat berprestasi ke dalam pucuk pimpinan nasional. Menurut dia, jika PPP ingin lolos pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 maka harus mendukung Anies sebagai capres.
"Untuk menyelamatkan PPP agar lolos parliamentary threshold dalam Pemilu 2024. Dengan mendukung Anies Baswedan, diperkirakan elektabilitas PPP akan meningkat pesat," kata Habil.
Habil juga mengungkapkan alasan deklarasi Anies dipilih di Kota Yogyakarta. Menurut Habil, langkah itu tidak lepas dari sejarah Yogyakarta sebagai kota yang pernah menjadi ibu kota negara.
"Serta perannya yang dianggap menyelamatkan keberadaan Republik Indonesia melalui Serangan Umum 1 Maret 1949," ucap Habil.
Ketua panitia deklarasi Anies, Bambang Aris S menjelaskan, kegiatan itu akan diikuti oleh para peserta lintas elemen. Ada peserta dari simpul relawan, perwakilan partai politik, keluarga besar PPP berbagai propinsi, barisan mak-mak, aktivis gerakan, hingga dan eksponen lainya.
Menurut rencana, kata dia, Anies akan dijemput oleh para pendukung di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo. Kemudian, Anies diarak menuju lokasi acara di gedung Pacific Jalan Magelang Km 4,5.
Dia memperkirakan, acara itu bakal dihadiri sekitar 5.000 peserta. Siapa pun diperbolehkan untuk hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut. "Baik pendukung dari FKM, FUM, hingga pendukung dari berbagai simpul relawan yang ada di DIY maupun Jawa Tengah siap menyambut Anies," kata Bambang.
Kendati begitu, langkah Habil ini tak dianggap sebagai sikap resmi partai berlambang Ka'bah tersebut. DPP PPP maupun DPW PPP DI Yogyakarta sama-sama telah menyatakan apa yang dilakukan FKM itu bukanlah bagian dari langkah kader yang merepresentasikan partai mereka.
"Pak Habil saat ini tidak aktif di kepengurusan DPP PPP, sehingga apa yang dilakukannya tidak bisa merepresentasikan PPP, tapi hanya langkah individu yang itu tidak bisa dibaca sebagai langkah PPP," ujar Ketua DPP PPP Achmad Baidowi beberapa waktu lalu.
Comment