Menanggapi pertanyaan soal hubungannya dengan Partai Perindo, Andi dengan tegas menyatakan bahwa keputusannya bukan karena konflik pribadi maupun perpecahan internal.

“Saya menghargai semua rekan-rekan di Perindo yang telah bekerja bersama. Tidak ada masalah personal. Ini murni pilihan jalan politik. Perbedaan arah bukan berarti permusuhan. Justru saya berharap Partai Perindo terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi demokrasi,” kata Andi.

Baca Juga: PKS Kota Bogor Sambangi Kantor Walikota, Adityawarman: "Kami Siap Berkolaborasi"

Pernyataan ini sekaligus membantah rumor bahwa dirinya keluar karena gesekan internal. Andi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga konsistensi perjuangan yang lebih luas.

Ditegaskan Andi, dirinya akan tetap bersuara lantang dalam isu-isu kebijakan negara, khususnya yang menyangkut kepentingan rakyat kecil. 

Ia ingin memastikan bahwa kehadirannya di ruang publik bukan demi kursi kekuasaan, melainkan sebagai pengingat moral agar negara tidak lupa pada rakyatnya.

Baca Juga: Senator PFM: Nama Besar Megawati Dipertaruhkan di PSU Pilgub Papua, BTM-CK Wajib Menang

“Saya akan tetap berdiri di garis rakyat. Saya akan terus berbicara tentang harga pangan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Itu adalah mandat moral yang tidak boleh ditinggalkan,” ucapnya penuh keyakinan.