"Kita berusaha menciptakan MPLS yang ramah. Selalu ditekankan kepada seluruh siswa bahwa kita itu semua saudara di sini, walaupun datang dari berbagai wilayah di Bogor," jelasnya.

Baca Juga: Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, Menteri Sosial Saifullah Yusuf Bilang Begini

Fitri Puspitasari menyebutkan, pada hari ketiga kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat sudah sangat baik, setiap siswa mulai akrab satu sama lain, dan home sick sudah mulai berkurang.

Untuk diketahui, jumlah siswa di Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Inten Saeweno ada 100 siswa, guru 11 orang, wali asuh 11 orang, wali asrama dua orang, kemudian ada operator, bendahara, dan tata usaha.

"Rinciannya siswa laki-laki 57 orang, perempuan 43 orang. Di sini lebih banyak siswa yang dari Kota Bogor yaitu 85 orang, sedangkan dari Kabupaten Bogor hanya 15 orang. Karena siswa Kabupaten Bogor itu mayoritas sekolah di Galih Pakuan yang ada di Ciseeng," terang Fitri Puspitasari.

Sekolah Rakyat 2.webp
CERIA: Para siswa dan guru Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Jalan SKB Karadenan Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, melakukan aktivitas pada pagi hari di halaman sekolah, Rabu (16/07/2025). FOTO: M. AGUNG/CEKLISSATU.COM

Selain itu menurutnya, yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah lain adalah kurikulumnya, lebih integratif. Tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi mereka juga akan dibekali dengan keterampilan hidup (life skill).

Baca Juga: Pemkab Bogor Dukung Sekolah Rakyat, Wabup Jaro Ade: Sejalan dengan Prioritas Nasional Presiden Prabowo

"Sekarang juga sudah mulai penanaman karakter. Misalnya salat lima waktu berjamaah, tahajud, murajaah, agar setiap hari itu hafalan suratnya bertambah. Kita yakin, kalau agamanya bagus, perilaku ke depan juga akan semakin baik," tuturnya.