Pembahasan mendalam terkait pemanfaatan teknologi digital tersebut mengemuka secara komprehensif pada forum yang menghadirkan tiga pakar internasional dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Timor Leste.
Baca Juga: Tim Mahasiswa Vokasi UI Raih Juara 3 Public Relations Campaign di Commweek Undip 2025
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara tentang penguatan teknologi dalam implementasi sistem kesehatan modern tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Dr. Hazli Zakaria dari Malaysia memaparkan bagaimana kecerdasan buatan berkembang pesat dan menjadi alat bantu penting pada layanan kesehatan mental.
"AI mampu mendukung proses skrining awal, analisis pola perilaku, hingga personalisasi terapi berbasis data," tuturnya.
Baca Juga: Melalui ISS 2025, Kemdiktisaintek Buka Kolaborasi Kembangkan Kampus dan Sains Selaras dengan Ekosistem Olahraga
Menurut dia, teknologi memungkinkan percepatan akses layanan kesehatan mental yang selama ini kerap terkendala oleh keterbatasan tenaga profesional.
"Peran empati, komunikasi terapeutik, serta hubungan manusia tetap menjadi inti dari pelayanan kesehatan mental yang bermutu," jelasnya.
Comment