BANDUNG, CEKLISSATU — Sebuah prestasi membanggakan ditorehkan oleh Raden Minda Kusumah, dosen Politeknik Pajajaran ICB Bandung, yang berhasil memenangkan hibah nasional dari skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) tahun 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Politeknik Pajajaran ICB Bandung, yang lolos seleksi ketat yang diadakan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).
Capaian ini disambut dengan penuh apresiasi oleh Direktur Politeknik Pajajaran ICB Bandung, Dr. Gunardi, SE., M.M., CFTax. Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan dukungannya atas dedikasi Raden Minda Kusumah dalam mengangkat isu-isu strategis dan relevan dalam penelitiannya.
“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga kebanggaan institusi. Karya Raden Minda Kusumah menunjukkan bahwa dosen vokasi juga mampu berkontribusi dalam wacana pembangunan nasional. Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen lain untuk aktif berinovasi melalui penelitian,” tutur Dr. Gunardi.
Baca Juga: 7 Dosen FISIP Unida Raih Dana Hibah BIMA Penelitian dari Kemendiktisaintek
Judul penelitian yang diangkat Raden Minda adalah *Strategi Peningkatan Penerapan Green Budgeting Melalui Prinsip Ramah Lingkungan untuk Efisiensi Anggaran di Instansi Publik*. Tema ini selaras dengan visi dan program Presiden Republik Indonesia 2025–2029, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya efisiensi anggaran sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkelanjutan.
Raden Minda Kusumah menjelaskan bahwa gagasan green budgeting menjadi semakin relevan di era saat ini, di mana pemerintah dituntut untuk tidak hanya efisien secara fiskal, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari setiap kebijakan anggaran yang dibuat.
“Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang mendorong instansi publik agar menerapkan prinsip anggaran hijau dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan begitu, efisiensi bukan hanya soal penghematan, tetapi juga tentang bagaimana anggaran dapat digunakan untuk mendukung kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pencapaian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap akreditasi dan klasterisasi riset Politeknik Pajajaran ICB Bandung. Raden Minda Kusumah bersama kedua anggotanya yakni Yoana Nurul Asri dan Fotuho Waruwu berkomiten menjadikan hasil dari penelitian ini untuk bermanfaat untuk masyarakat. Dalam sistem pemeringkatan nasional, kontribusi dosen dalam hibah penelitian nasional menjadi salah satu indikator utama dalam menilai mutu institusi pendidikan tinggi vokasi.
“Kami percaya bahwa ke depan, Politeknik Pajajaran ICB Bandung merupakan perguruan tinggi di Bandung yang telah berdiri lebih dari 20 tahun dan telah meluluskan ribuan mahasiswa tersebar di Indonesia yang membuka diri terhadap budaya global, belajar dari sang ahli, menjadi kegiatan terbuka sehingga mahasiswa siap menghadapi tata pergaulan dan profesionalitas yang borderless (tanpa batas) akan semakin dikenal sebagai kampus vokasi yang tidak hanya unggul dalam praktik, tetapi juga aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi kebijakan sesuai dengan visi nya menjadi perguruan tinggi vokasi yang berkualitas unggul dalam menghasilkan lulusan siap kerja melalui proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang inovatif sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini,” tambah Dr. Gunardi.
Baca Juga: Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional Perdana Kolaborasi Forum Komunikasi Dosen (FKD) Bali
Dengan torehan ini, Raden Minda Kusumah tak hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga memberi contoh nyata bagaimana dosen vokasi dapat terlibat aktif dalam menjawab tantangan pembangunan nasional melalui riset yang aplikatif dan visioner
Comment