Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pohon buah dan pohon pelindung ditanam, di antaranya manggis, durian, alpukat, dan bisbul. Penanaman dilakukan secara simbolis bersama perwakilan pengurus OSIS.
"Ada pohon manggis, durian, alpukat, bisbul, dan beberapa pohon lainnya. Penanaman ini kami serahkan kepada perwakilan siswa OSIS, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara, agar mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap pohon yang ditanam," jelas Dedie.
Ia juga memastikan program penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Bogor telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun ajaran baru.
"Program ini tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong. Harus konsisten setiap tahun ajaran baru. Yang paling penting adalah memastikan pohon yang ditanam terus dipantau pertumbuhannya hingga terawat dengan baik. Manfaatnya bukan hanya menghasilkan buah, tetapi juga menghasilkan oksigen," pungkasnya.
Baca Juga: Masalah Sampah di Jawa Barat Kian Krusial, DPRD Jabar Kebut Penyusunan Raperda Lingkungan Hidup
Di lokasi yang sama, Ketua OSIS SMPN 18 Kota Bogor, M. Adelard Djamil menyambut baik kegiatan penanaman pohon itu, berharap dirinya dapat terus turut merawat pohon yang telah di tanam bersama dengan Wali Kota Bogor.
"Semoga pohon ini ke depannya, mungkin pada saat saya sudah lulus, bisa disiram, dirawat lagi sama adik-adik, dinikmati buahnya dan lain-lainnya. Dan saya berharap OSIS selanjutnya, mungkin Ketua OSIS atau OSIS periode selanjutnya, bisa merawat ini. Entar mungkin pada saat saya sudah kuliah atau mungkin pada saat saya kerja, (pohon ini) sudah berbuah dan bisa dinikmati sama adik-adik selanjutnya," tuturnya.
Comment