BOGOR, CEKLISSATU - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida) kembali gelar Kuliah Ramadhan (Kurma) dan Obrolan ketaqwaan (Onta) yang dilaksanakan pada Jum'at 14 Maret 2025, di Perpustakaan Unida BYC hall. 

Kuliah Ramadhan (Kurma ) dan Obrolan ketaqwaan (Onta) merupakan kegiatan kajian rutin yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan oleh para sivitas akademika FISIP Unida, dari mulai dosen, staff fakultas, hingga mahasiswa turut andil dalam memeriahkan kegiatan ini. 


Pada kegiatan kurma dan onta pertama di tahun ini, FISIP Unida mengusung tema  ”Membangun Masyarakat Madani: Peran Administrasi  Publik dan Sains Komunikasi dalam Perspektif Islam”.

Baca Juga: Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Tentang Jurnalistik, Ini yang Dilakukan Himakom Fisip Unida Bogor

Dekan FISIP Unida, Rita Rahmawati menyampaikan bahwasanya perlu bagi para sivitas akademika untuk bisa dan paham bagaimana menggabungkan antara ajaran dalam Al-qur'an ke dalam studi kita. 


"Kami berharap melalui ilmu-ilmu yang disampaikan oleh para pemateri, dapat membimbing kita tentang bagaimana menggabungkan antara studi Administrasi Publik dan Sains Komunikasi dengan ilmu ilmu di dalam Al-qur'an," jelasnya. 


Tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Kurma dan Onta, yang menghadirkan empat dosen FISIP Unida sebagai pemateri special. Dimana keempat pemateri ini menyampaikan tentang pemahaman mengenai peran Administrasi Publik dan Sains Komunikasi dalam masyarakat madani melalui berbagai macam perspektif.

Salah satu pemateri yaitu, Saepudin menyampaikan melalui perspektif Administrasi Publik yang dikaitkan kepada masa Nabi Muhammad terdahulu. Beliau menyampaikan bahwasanya agama menjadi pondasi utama dan pemerintahan wajib menjaganya. 

Baca Juga: Fun Stage FISIP UNIDA 2025: Satu Hari Penuh Kreativitas, Keseruan dan Inspirasi!

Sementara pemateri lainnya menyampaikan dari perspektif Administrasi dan Komunikasi lainnya seperti Raden Ahmad Munjin yang menyampaikan bahwa sikap jujur, amanah, dan hakiki yang transedental yang perlu ditekankan kepada setiap diri para penyelenggaraan negara, agar negara menjadi lebih baik. Selanjutnya, Dede Syahrudin menjelaskan terkait definisi daripada masyarakat madani, dan diakhiri oleh Robby Firliandoko selaku pemateri terakhir yang menegaskan tentang pentingnya kesadaran dalam diri sebagai seorang khalifah, agar senantiasa menjaga bumi yang kita pijak ini. 

Terakhir, para pemateri memotivasi kepada para mahasiswa agar senantiasa bertindak sebagai agen of change, agar dapat memberantas segala kemungkaran yang terjadi, dan selalu memberi sumbangsih dengan potensi yang kita miliki.