KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menganugerahkan penghargaan Wirakarya Adhitama kepada Prof. Adrianus Mooy, Ph.D. sebagai bentuk apresiasi tertinggi untuk tokoh yang membangun almamater, bangsa, dan negara secara terus-menerus melalui dunia pendidikan, dunia industri, dan juga pemerintahan.
Dalam acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Auditorium Kampus FEB UI itu, Ketua Panitia Wirakarya Adhitama 2025, Edward Tanujaya menyampaikan bahwa anugerah itu diyakini sebagai sebuah penegasan bahwa ruang akademik dan professional FEB UI menempatkan integritas, pengabdian, dan manfaat sebagai puncak nilai.
"Perjalanan Prof. Adrianus begitu luar biasa, yang berasal dari pulau kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menjadi sosok besar secara global," ungkap Edward Tanujaya dalam keterangan resminya.
Penganugerahan Wirakarya Adhitama itu merupakan salah satu rangkaian dari acara peringatan Dies Natalis ke-75 FEB UI.
Baca Juga: Mahasiswa UNY Dorong Partisipasi Donor Darah Lewat Red Heroes Project, Perkuat Dukungan pada SDGs 3 dan 4
Senada disampaikan Dekan FEB UI, Yulianti Abbas. Dia menilai pengalaman hidup Prof. Adrianus Mooy memberikan inspirasi yang berdampak besar bagi FEB UI.
“Sebelum Wirakarya, saya hanya mengenal nama Prof. Adrianus yang cemerlang dan fotonya yang sering muncul di surat kabar. Namun, saat saya berkesempatan untuk berkunjung, ternyata saya diterima dengan sangat baik," terangnya.
"Kemudian, Bapak (Adrianus) bercerita kisah pengalamannya, ditutup dengan memberikan buku. Buku tersebut yang akhirnya menginspirasi saya,” kata Yulianti.
Selain itu lanjutnya, Prof. Adrianus adalah guru bagi seluruh sivitas akademika di FEB UI.
Baca Juga: Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Sekda Kota Bogor Ajak Guru Kenang Jasa Pahlawan Bidang Pendidikan
“Wirakarya adalah penghargaan yang kami berikan kepada tokoh FEB UI yang sangat besar jasa dan pengabdiannya bagi kami sivitas akademika FEB UI, bangsa, dan negara. Bapak terus menginspirasi kami lewat tulisan, kata, dan karya,” imbuhnya.
Sementara itu, Guru Besar FEB UI Prof. Adrianus Mooy menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penganugerahan Wirakarya Adhitama yang diberikan kepadanya.
Dia juga berterima kasih kepada Mochtar Riyady atas ilmu dan pengalaman yang ia peroleh dalam dunia perbankan.
“Saya mendapat saran dari penasehat untuk mengambil (program) master dan (gelar) PhD dalam waktu yang bersamaan pada tahun 1995. Begitu saya kembali dari luar negeri, Prof. Ali Wardhana meminta saya untuk mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Kampus Salemba," tuturnya.
"Saya bersyukur memiliki tiga almamater sehingga saya memperoleh penghargaan Guru Besar Luar Biasa. Keputusan itu dikeluarkan oleh Pak Fuad Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada akhir Desember 1987,” kata Adrianus Mooy.
Dia pun berharap FEB UI dapat terus melahirkan guru besar agar memiliki waktu yang cukup panjang untuk berkontribusi dalam memajukan fakultas sebelum memasuki masa pensiun.
“Always do your very best and let God do the rest. Jangan pernah malu belajar dari teman yang terkadang lebih tahu mengenai masalahmu,” kata Adrianus.
Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof. Moh. Ikhsan mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah semata-mata pengakuan atas jabatan atau kedudukan seseorang; melainkan wujud penghormatan atas legacy, keilmuan, keteladanan, dan pengabdian publik yang melampaui ruang kelas, birokrasi, dan institusi formal.
Baca Juga: Peringati Hari Guru Nasional, Rudy Susmanto Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Kabupaten Bogor
“Wirakarya diberikan kepada mereka yang dalam hidupnya mampu menjembatani dunia ilmu akademik dengan dunia kebijakan dan kepentingan publik yang lebih luas,” ujar Moh Ikhsan.
Comment