Memasuki sesi utama, Robby menjelaskan bahwa program kerja merupakan fondasi arah organisasi. Program kerja diibaratkan sebagai kendaraan yang membutuhkan navigasi yang jelas, sekaligus melalui proses filterisasi agar tetap relevan dan berdampak.

“Gagal berencana sama saja dengan merencanakan kegagalan,” ujarnya.


Diskusi turut diperkaya oleh pengalaman siswa. Yasmina, selaku Ketua OSIS, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berskala besar seperti pentas seni membutuhkan perencanaan yang matang, mengingat banyak dinamika yang muncul baik dalam tahap persiapan maupun pelaksanaannya.

Melalui sesi workshop, siswa dibagi ke dalam 15 kelompok untuk merancang program kerja sekaligus mempresentasikannya secara langsung. Proses ini menjadi ruang eksplorasi ide yang mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas, berdiskusi, serta menyepakati keputusan bersama.

Baca Juga: HIMAKOM FISIP UNIDA Gelar Say Hello 2026 di Cifos Ciawi, Angkat Tema “Salah Jurusan atau Belum Ketemu Peran?”

Para peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantu mereka dalam mengembangkan ide, bertukar pendapat, serta menentukan prioritas program secara lebih terarah.

Salah satunya, Naufal Azhar, menyampaikan bahwa workshop ini berlangsung seru sekaligus melatih peserta untuk berbagi dan mendiskusikan ide, menerima berbagai pandangan, serta menyusun skala prioritas dengan lebih baik.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkaya cara berpikir dalam mengambil keputusan bersama,” pungkasnya.