BOGOR, CEKLISSATU - Kabar duka harus kembali muncul ke muka. Di tengah kabar bahagia pada hari kemenangan, kini kita kembali dipertontonkan bagaimana tingkah anak pejabat publik yang justru membuat pelik.
Lagi dan lagi, padahal seharusnya, seharusnya, lho, kasus MD cukup menjadi kasus pertama dan terakhir. Jangan ada lagi korban. Dan anak pejabat publik seharusnya menjadi tauladan.
Namun, kabar dari Bumi Danau Toba yang memperlihatkan bagaimana anak seorang perwira menganiaya mahasiswa. Miris rasanya, yang lebih parahnya, Perwira tersebut seolah melakukan pembiaran terhadap anaknya yang melakukan tindakan kesewenang-wenangan. Saat ini, keduanya telah diatasi oleh pihak berwajib, semoga hukum bisa adil untuk semua.
Baca Juga : PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Capres 2024
Padahal, seharusnya anak pejabat publik bisa menjadi tauladan. Bagaimana tidak, mereka pasti mengenyam pendidikan yang tinggi dan terbaik, namun mengapa, sikapnya tidak memberikan contoh yang terbaik.
Rasanya, beberapa kasus tersebut perlu membuat kita semua kembali mengingat ajaran Imam Darul Hijrah Imam Malik rahimahullah yang pernah berkata bahwa adab dahulu baru ilmu. Ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak bahkan mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama.
Meskipun demikian, dua kasus yang sedang ada di permukaan ini hanya bagian kecil, bahkan sangat kecil dibanding anak pejabat publik lainnya yang berprestasi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Namun, dua kejadian ini sebaiknya menjadi kontrol sosial agar siapa pun mengutamakan adab sebelum ilmu. Adab, akhlak, etika, sopan santun rasanya bukan hanya diajarkan di agama apapun, namun juga di kelompok masyarakat manapun.
Salam,
Suahiril Anwar
Pimpinan Umum Ceklissatu.com
Comment