BOGOR, CEKLISSATU - Untuk meningkatkan kualitas SDM dari sektor transportasi, Kemenhub Bersama PT Peduli Lestari Indonnesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengemudi angkutan barang.

Direktur Sarana Transportasi JalanKemenhub, Amirulloh, menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan kepada pengemudi angkutan barang tentang cara mengemudikan angkutan barang dengan baik dan benar. 

Selain itu, para pengemudi angkutan barang itu juga dibekali pemahaman mengenai tanggung jawab dalam memastikan kendaraan siap beroperasi, termasuk pengecekan rem, ban, serta kelengkapan alat keselamatan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Boks

Para pengemudi mendapat materi dari investigator dari KNKT dan instruktur-instruktur yang berkompeten dari PT Peduli Lestari Indonesia, mengenai cara mengemudikan angkutan barang dengan benar, pengemudi bertanggung jawab penuh atas kendaraannya.

"Sehingga mereka harus memastikan kondisi kendaraan layak operasi sebelum digunakan," ujarnya saat diwawancarai Ceklissatu.com, di Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin 3 Maret 2024.

Melalui pelatihan ini, para instruktur dan ahli dari KNKT akan memberikan arahan kepada peserta tentang teknik berkendara yang aman dan benar. 

Diharapkan, para pengemudi angkutan barang dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat sehingga keselamatan di jalan semakin meningkat.  

Baca Juga: Pengemudi Lupa Netralkan Persneling, Mobil Seruduk Minimarket di Puncak

“Harapannya, pengemudi lebih memahami aspek keselamatan saat berkendara. Oleh karena itu, mereka perlu dibimbing dan diberi arahan melalui pelatihan ini,” ungkap Amirulloh.

Selain itu, salah satu peserta Bimtek, Arif Prastyo (43), yang telah bekerja sebagai pengemudi angkutan barang selama 15 tahun, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti pelatihan. 

Ia berharap dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan memastikan barang yang diangkut tiba dengan selamat.  

"Kami sebagai pengemudi ingin menjadi duta keselamatan bagi polisi. Artinya, kami berharap apa yang kami bawa, baik barang maupun diri sendiri, dapat selamat sampai tujuan. Selain itu, keselamatan pengguna jalan lain juga menjadi prioritas," ujar Arif.  

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai teknik keselamatan berkendara.  

Baca Juga: Dua Kendaraan Kecelakan di Tol Jagorawi, Korban Terluka Dua Orang

"Harapannya, bimbingan para trainer nanti akan berguna bagi kami, terutama dalam menerapkan prinsip 'safety first,’ bagi kami, yang terpenting adalah berangkat kerja selamat, pulang juga selamat," tambahnya.  

Dengan adanya Bimtek ini, Kemenhub berharap kualitas pengemudi angkutan barang semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terciptanya transportasi yang lebih aman dan profesional di Indonesia.