Pramudya mengatakan dalam perkembangannya, program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan telah menjadi salah satu pilar mewujudkan sistem penjaminan sosial yang komprehensif.

Baca Juga: Ahli Waris Kader Posyandu dan Tukang Bangunan Terima Manfaat Program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Selama 10 tahun bergulir, dia melihat ada kemajuan pesat yang ditorehkan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari perbaikan kelembagaan, peserta, hingga perbaikan layanan sebagai penguatan tata kelola.

Pramudya menjelaskan bahwa pada 2015 ketika BPJS Ketenagakerjaan bersama kementerian/lembaga terkait mulai menjalankan program Jaminan Pensiun, diproyeksikan sampai akhir tahun jumlah peserta hanya mencapai sekitar 600.000. Namun, dia melihat animo masyarakat begitu besar.

Realisasinya, di akhir Desember 2015 BPJS Ketenagakerjaan menerima pendaftaran program Jaminan Pensiun mencapai hampir 7 juta orang. Menurutnya hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia sangat menanti-nanti program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

"Kendati begitu 10 tahun ini masih banyak PR PR dan tantangan yang belum kita jawab semua. Namun satu dasawarsa Jaminan Pensiun patut bersyukur, karena angka-angka kepesertaan telah tumbuh signifikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Dian Agung Senoaji menyampaikan apresiasinya atas pencapaian satu dekade Program Jaminan Pensiun yang telah menjangkau 14 juta peserta.

“Pencapaian ini membuktikan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan jangka panjang bagi pekerja. Kami akan terus mendorong peningkatan kepesertaan, khususnya agar seluruh peserta Jaminan Hari Tua juga terlindungi oleh Jaminan Pensiun. Dengan demikian, pekerja dan keluarganya mendapatkan kepastian penghasilan ketika memasuki masa tua", ungkapnya.

Ia juga mengajak perusahaan dan pekerja untuk semakin menyadari pentingnya program ini, sehingga kesejahteraan pekerja dapat terwujud secara berkelanjutan.