BOGOR, CEKLISSATU - Usai penetapan status siaga darurat, warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor terus bertambah. Terhitung sejak 2 Mei hingga 14 Agustus 2023, jumlahnya mencapai 53.105 jiwa.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman mengatakan, jumlah tersebut tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. 

Di antaranya Kecamatan Babakan Madang, Citeureup, Leuwisadeng, Sukajaya, Tenjo, Rancabungur, Cisarua, Cibungbulang, Jonggol, Jasinga, Nanggung, Cijeruk dan  Sukamakmur.

"Dari 13 kecamatan tersebut sementara tersebar di 33 desa atau kelurahan," kata Asep dalam keterangannya, Senin 14 Agustus 2023.

Baca Juga : Pemkab Bogor Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Di Babakan Madang, desa yang terdampak adalah Desa Cijayanti. Kemudian di Citeureup yakni Desa
Tajur, Citeureup, Sukahati dan Tarikolot.

Lalu di Leuwisadeng itu Desa Leuwisadeng dan Kalong II. Di Sukajaya Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kiarapandak dan Desa Urug. 

Selanjutnya untuk di Kecamatan Tenjo itu di Desa Ciomas. Lalu Rancabungur di Desa Rancabungur dan Cimulang. Kemudian di Cisarua itu Desa Kopo dan Cibungbulang itu di Desa Sukamaju.

Lalu di Kecamatan Jonggol itu di Desa Weninggalih. Di Jasinga Desa Cikopomayak, Neglasari, Curug, Sipak, Pangradin, Tegalwangi, Pangaur, Pamagersari, Wirajaya dan Desa Setu.

Kemudian di Kecamatan Nanggung itu di Desa Kalong Liud, Nanggung, Parakan Muncang dan Hambaro. Lalu di Cijeruk Desa Cijeruk dan di Kecamatan Sukamakmur Desa Sukaresmi.

Asep pun memastikan jika pihaknya terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan ini.

"Total bantuan air bersih yang sudah dilakukan pada periode tersebut sebanyak 500 ribu liter," jelas Asep.