JAKARTA, CEKLISSATU —Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi pencapaian Jakarta yang menduduki peringkat ke-53 dalam daftar Kota Terbaik Dunia 2026.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa transformasi Jakarta menuju kota global semakin mendapat pengakuan dunia.
Fahira Idris menilai posisi Jakarta di peringkat ke-53 dari 100 kota terbaik dunia, bahkan berada di atas Washington DC dan Abu Dhabi, patut menjadi energi baru untuk mempercepat transformasi kota, terutama Jakarta sedang menapaki jalan menuju usia lima abad pada tahun 2027.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Peringkat ke-53 adalah kabar baik sekaligus modal optimisme. Namun, yang jauh lebih penting adalah menjadikan pencapaian ini sebagai titik tolak agar kemajuan Jakarta semakin nyata dirasakan warga,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Senator Jakarta ini, pemeringkatan Kota Terbaik Dunia tidak sekadar melihat kemegahan infrastruktur atau besarnya ekonomi, tetapi mengukur kualitas kota melalui tiga pilar utama, yaitu Livability atau kualitas kota untuk ditinggali, Lovability atau daya tarik dan kecintaan terhadap kota, serta Prosperity atau kemampuan kota menciptakan kemakmuran dan peluang ekonomi.
Fahira Idris menyampaikan agenda penguatan Livability, Lovability, dan Prosperity untuk memantapkan langkah Jakarta menuju kota global dunia.
Pada aspek Livability, Fahira Idris mendorong Jakarta mempercepat integrasi transportasi publik, memperluas akses pejalan kaki dan jalur sepeda, memperbaiki kualitas udara, memperbanyak ruang hijau dan ruang publik, serta memperkuat ketahanan menghadapi banjir, rob, sampah, dan perubahan iklim.
Menurutnya, perkembangan konektivitas melalui LRT Jabodebek, perluasan MRT Jakarta ke arah utara, serta penguatan koneksi kereta bandara menunjukkan arah yang positif. Langkah selanjutnya adalah memastikan seluruh sistem transportasi semakin terintegrasi dengan kawasan organisasi dan pusat aktivitas warga.
Pada saat yang sama, layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, internet berkualitas, perumahan terjangkau, pangan, dan perlindungan sosial harus terus diperkuat agar Jakarta tetap ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada aspek Lovability, Fahira Idris menilai kekuatan kuliner, pusat hiburan, atraksi keluarga, ruang kreatif, museum, kawasan bersejarah, hingga tingginya percakapan tentang Jakarta di media sosial perlu dikonsolidasikan menjadi strategi daya tarik kota yang lebih terintegrasi.
Jakarta perlu menghadirkan kalender kegiatan kota sepanjang tahun, menghidupkan ruang publik, memperkuat festival budaya, kuliner, seni, musik, olahraga, museum, dan ekonomi kreatif, serta menjadikan budaya Betawi dan keragaman Jakarta sebagai identitas kota global.
Menurut Fahira Idris, popularitas Jakarta di Instagram dan TikTok juga harus diubah menjadi kekuatan diplomasi digital. Kolaborasi dengan komunitas kreatif, pelaku budaya, pencipta konten, media, diaspora, kampus, dan pelaku pariwisata harus bersekutu agar pengalaman positif tentang Jakarta semakin dikenal dunia.
Sementara pada aspek Kemakmuran, Senator Jakarta ini menekankan pentingnya memperkuat manajemen talenta, pendidikan vokasi, literasi digital, bahasa asing, kecerdasan artifisial, kewirausahaan, teknologi hijau, riset, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, tumbuhnya investasi pada pusat data, teknologi digital, kawasan bisnis, dan pengembangan kawasan terpadu di wilayah aglomerasi Jakarta merupakan peluang besar. Namun, investasi tersebut harus menghasilkan pekerjaan berkualitas, transfer pengetahuan dan teknologi, serta kesempatan yang lebih luas bagi UMKM dan talenta lokal.
Jakarta juga perlu memperkuat ekosistem UMKM dan startup melalui inkubasi bisnis, akses pembiayaan, pendampingan, kemudahan perizinan, digitalisasi pasar rakyat, pengadaan pemerintah yang semakin ramah UMKM, serta perluasan jaringan pemasaran.
“Anak muda harus terus didorong menjadi inovator, produsen, pendiri usaha, pencipta lapangan kerja, dan pemilik nilai tambah. Kesejahteraan bukan hanya tentang besarnya ekonomi kota, tetapi seberapa luas kesempatan tumbuh dapat dirasakan warga,” ujar Fahira Idris.
Fahira Idris meyakini posisi ke-53 dunia merupakan modal penting bagi Jakarta menjelang usia lima abad. Menurutnya, momentum ini harus digunakan untuk memastikan Livability, Lovability, dan Prosperity tumbuh secara seimbang dan saling menguatkan.
“Kita tidak perlu memilih antara kota yang nyaman, kota yang menarik, atau kota yang makmur. Jakarta harus menjadi yang ketiga sekaligus: nyaman untuk ditinggali, dicintai dan dirindukan untuk dikunjungi, serta memberi kesempatan luas bagi siapa pun untuk tumbuh dan sejahtera,” ungkap Senator Jakarta ini.
Sekadar informasi, Kota Terbaik Dunia 2026 merupakan pemeringkatan kota global yang dirilis Resonance Consultancy, lembaga konsultan internasional berbasis di Brussels, Belgia.
Penilaiannya menggunakan Place Power Score yang mengukur kinerja dan persepsi kota melalui tiga pilar utama: Livability, Lovability, dan Prosperity, yang mencakup kualitas hidup, daya tarik kota, serta kekuatan ekonomi dan talenta. #
Comment