PEMALANG, CEKLISSATU -- Usaha bengkel las di Desa Gintung melayani bermacam kebutuhan masyarakat, seperti pembuatan canopy, pagar, serta pegangan tangga. Kendati demikian, tingkat kepedulian para pengrajin las lokal terhadap standar keselamatan kerja masih tergolong rendah.

Melihat kondisi tersebut, Ahmad Fadli Ramadhan, mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro menginisiasi program edukasi K3 pengelasan guna meningkatkan pemahaman serta kepatuhan pekerja terhadap standar keselamatan.

Pengelasan merupakan teknik penyambungan material logam melalui proses pelelehan menggunakan energi panas, yang kerap memanfaatkan bahan pengisi.

Di tingkat industri kecil rumahan, jenis pengelasan yang paling populer adalah las listrik. Prosedur ini mengandalkan sumber panas dari energi listrik yang dihubungkan melalui kabel massa dan kabel elektroda ke mesin transformator. 

Kabel massa dipasangkan ke bahan baku logam, sementara kabel elektroda memegang elektroda. Saat proses berlangsung, ujung elektroda beserta logam induk akan meleleh bersama hingga menyatu dan membentuk terak las. 

Sebelumnya, pada Senin, 27 Juli 2026, tim mahasiswa melakukan peninjauan langsung ke salah satu bengkel las di Desa Gintung yang mengoperasikan las listrik.

Dalam observasi pengerjaan penyambungan dua pelat logam, ditemukan bahwa peralatan pelindung seperti sarung tangan las yang sangat jarang dipakai. Para pekerja umumnya hanya mengenakan kaos lengan pendek, celana panjang, serta sandal karet saat beraktivitas. 

Mereka mengaku sudah terbiasa dengan pola kerja tersebut tanpa memikirkan risiko kesehatan jangka panjang. Mekanik bengkel pun mengeluhkan terjadinya luka pada tangan dan dianggap sudah biasa padahal sangat berbahaya dengan resiko jangka panjangnya. 

Seperti risiko kanker kulit dan hiperpigmentasi dan keloid: Luka bakar ringan dari percikan api (spatter) atau kontak dengan pelat panas yang sembuh tanpa perawatan tepat dapat meninggalkan bekas menghitam (hiperpigmentasi) hingga jaringan parut menimbul (keloid).

Dalam aksi sosialisasi pada Selasa, 28 Juli 2026, mahasiswa melakukan dan memberikan pemahaman serta pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja denganmemanfaatkan media poster interaktif yang memuat informasi Alat Pelindung Diri (APD) standar pengelasan.

Menyesuaikan dengan daya beli dan kondisi finansial para pemilik bengkel, materi sosialisasi juga menyajikan pilihan perlengkapan K3 alternatif yang lebih terjangkau, mudah didapat, namun tetap efektif memberikan perlindungan dasar.

Melalui upaya edukasi ini, para pengrajin dan pekerja las di Desa Gintung diharapkan mampu mengubah kebiasaan kerja mereka, lebih responsif terhadap risiko bahaya, serta konsisten menerapkan K3 demi keselamatan diri jangka panjang.