JAKARTA, CEKLISSATU – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy meresmikan pembukaan Museum Nasional Indonesia, Kamis (10/10/2024).
Sebelumnya, Museum Nasional Indonesia kebakaran pada 16 September tahun lalu. Ini menjadi awal baru museum terbesar di Indonesia, guna memelihara serta memperkaya warisan budaya Indonesia.
Museum juga sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi menyenangkan. Sehingga turut mendukung kegiatan Pendidikan, dan kebudayaan yang adapat diakses semua masyarakat.
Itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional.
Baca Juga : Gebyar HUT Ke-63 Pramuka di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor Pecahkan Tiga Rekor MURI Sekaligus
“Undang-Undang tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk memberikan peran strategis bagi kebudayaan nasional dalam pembangunan, sekaligus memperkuat pengelolaan museum,” ungkap Muhadjir Effendy, seperti dikutip, Jumat (11/10/2024).
Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pihaknya turut memberikan perubahan pada MNI tidak hanya secara fisik.
“Renovasi yang kami lakukan tidak hanya berkenaan dengan fisik bangunan, tetapi juga gagasan Reimajinasi yang menjadi nyawa dari Indonesian Heritage Agency,” tuturnya.
Pihaknya mengusung konsep reimajinasi untuk memastikan warisan budaya dihormati, dilestarikan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Sukseskan Pilkada Serentak 2024, KPU Jawa Barat Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kabupaten Bogor
Warisan budaya tersebut lantas dapat dinikmati dengan bijak oleh generasi mendatang sekaligus memperkokoh peran Indonesia di lanskap internasional.
Adapun langkah-langkah reimajinasi yang dilakukan mulai dari memperbarui kuratorial dan koleksi sehingga memperkuat narasi warisan budaya Indonesia.
Kemudian meningkatkan fungsi, estetika, keamanan dan kenyamanan infrastruktur, serta menguatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya.
Hal ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan berjalan dengan standar tinggi.
Dengan begitu, gagasan reimajinasi ini dapat mewujudkan pelayanan yang lebih optimal dalam rangka pelindungan dan pelestarian museum dan cagar budaya yang dikelola pemerintah.
“Mari kita melanjutkan langkah dan upaya Reimajinasi, untuk mewujudkan ekosistem permuseuman yang tangguh dan berbudaya,” pungkas Mendikbudristek.
Pada peresmian ini, dilakukan penandatangan prasasti peringatan sebagai simbol pembaruan Museum Nasional Indonesia (MNI).
Museum Nasional Indonesia sendiri akan dibuka untuk umum pada 15 Oktober 2024 mendatang.
Comment