Gempa bumi tersebut adalah jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempa ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Baca Juga: Polairud Polda Gorontalo Tanam Mangrove di Desa Tongo Bone Bolango, Sambut HUT Polairud Ke-73
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0,5 m), di wilayah Talaud (ETA 14:52:24 Wita), Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 Wita), Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT);
Kemudian Manokwari (ETA 16:08:54 WIT), Raja Ampat (ETA 16:18:54 WIT), Biak Numfor (ETA 16:21:54 WIT), Supiori (ETA 16:21:54 WIT), Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT), Jayapura (ETA 16:30:24 WIT), dan Sarmi (ETA 16:30:24 WIT).
BMKG mengimbau masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
Comment