BRASIL, CEKLISSATU.COM -- Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim COP30 yang berlangsung di Brasil.
Hanif menilai pertemuan tersebut sangat penting, terutama karena menandai satu dekade implementasi Perjanjian Paris.
"Atas nama rakyat Indonesia, kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah dan rakyat Brasil, khususnya Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, atas penyelenggaraan konferensi perubahan iklim yang sangat penting ini," ujar Hanif, Selasa 18/11/2025).
Hanif mengungkapkan bahwa Indonesia hadir di Belém dengan komitmen kuat terhadap Perjanjian Paris, termasuk target net-zero emissions pada 2060 atau lebih awal.
"Komitmen ini, telah ditegaskan kembali oleh Presiden Indonesia dalam Sidang Umum PBB serta Utusan Khusus Indonesia pada Belém Climate Summit 2025," katanya.
Sebagai bentuk keseriusan, lanjut Hanif, Indonesia telah menyerahkan NDC (Nationally Determined Contribution) Kedua pada Oktober 2025 serta Rencana Adaptasi Nasional pada November 2025.
Baca Juga: Jajaki Kerja Sama Menteri LH Serahkan Dokumen National Adaption Plan di Gelaran COP30
Dalam kerangka tersebut, Indonesia menetapkan target emisi 1,2–1,5 GtCO₂e pada 2035, meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 23 persen pada 2030, serta mengembangkan berbagai teknologi bersih.
Comment