BOGOR, CEKLISSATU – Polemik dugaan jual beli lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di Desa Padurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, terus menuai gejolak. Kali ini, salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Padurenan, Kurniawan, menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas ketidaktransparanan pemerintah desa serta lambannya penyelesaian konflik lahan yang kini dikuasai pedagang liar.
“Saya kecewa dengan sikap kepala desa yang terkesan abai terhadap persoalan ini. Ada apa antara desa dengan para pedagang liar itu? Kenapa kepala desa seolah tak berdaya menghadapi mereka?” ujar Kurniawan yang akrab disapa Iwan.
Iwan juga menyoroti sikap para pedagang tanaman hias yang merasa aman dan justru mengarahkan tanggung jawab kepada pihak desa serta Satpol PP Kecamatan Gunung Sindur. “Ini patut dicurigai. Ada permainan apa di balik semua ini?” tegasnya.
Baca Juga: RT/RW Mundur Massal, Soroti Dugaan Jual Beli dan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum
Aksi protes juga datang dari warga Perumahan Tamansari Bukit Damai yang terdampak langsung oleh persoalan ini. Dua tokoh warga, Lukman Azis dan Soekamto, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap aparatur desa yang dianggap mengabaikan hak dan kenyamanan warga.
Comment