JAKARTA, CEKLISSATU - Kementerian Agama (Kemenag)mengumumkan pelaksanaan program Tanazul ditunda, tidak jadi diterapkan pada pelaksanaan haji 1446H/2025 M.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, penundaan penerapan Program Tanazul ini bertujuan untuk kemaslahatan jemaah haji Indonesia.

Pada saat lempar jumrah di Mina, jemaah dari berbagai negara dimungkinkan juga akan melakukan tanazul, sehingga dikhawatirkan akan terjadi kemacetan jalan akibat penumpukan jemaah dari berbagai negara.

Baca Juga: Pemkab Bogor Lepas 248 Calon Jemaah Haji Kloter Terakhir Berangkat ke Tanah Suci

Nasaruddin mengatakan, pertimbangan Pemerintah Saudi Arabi adalah kekhawatiran apabila sekitar 37.000 jemaah Indonesia akan bertanazul, maka akan terjadi pemadatan jalan menuju hotel transit dan berpotensi menjadi chaos. Sementara jalan di Mina sempit.

"Setelah kami timbang, tanazul ini menjadi isu internasional juga. Kan rata-rata negara lain melakukan tanazul. Sedangkan jalan Mina tidak ada perkembangan perluasan. Sehingga nanti akan susah mengatur lalu lintas jemaah yang pulang dan pergi melakukan lempar jumrah," jelasnya, dikutip dari keterangannya, Rabu (4/6/2025).

Dengan pertimbangan itu, maka pemerintah Arab Saudi memutuskan tidak ada tanazul bagi jemaah haji Indonesia. Jemaah diminta untuk mabit di tenda Mina.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah Keagamaan, Budi Gunadi Bahas Ini dengan Kemenag

Dia mengimbau kepada jemaah untuk mengikuti waktu lontar jumrah yang dijadwalkan oleh syarikah masing-masing. 

"Insya Allah semua jemaah Indonesia akan mengikuti jam-jam lempar jumrah sesuai jadwal. Kalau jemaah negara lain mungkin akan memperebutkan waktu-waktu tertentu misalnya habis zuhur," kata Nasaruddin.