JAKARTA, CEKLISSATU - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebon Sirih memperkuat pembinaan dan perluasan kepesertaan sektor jasa konstruksi (jakon) melalui kegiatan Power Lunch bersama Shimizu Corporation. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari strategi Customer Relationship Management (CRM) untuk mempererat komunikasi dengan perusahaan sekaligus memetakan peluang perlindungan pekerja pada proyek-proyek konstruksi yang akan datang.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih Indra Iswanto mengatakan pendekatan CRM dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai rencana proyek perusahaan sejak tahap awal sehingga pembinaan kepesertaan dapat dipersiapkan lebih dini. Pertemuan dengan Shimizu Corporation juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih intensif terkait kebutuhan perlindungan tenaga kerja pada proyek konstruksi. “Kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan perusahaan jasa konstruksi agar informasi mengenai rencana proyek dapat menjadi dasar untuk menyiapkan perlindungan pekerja sejak awal,” ujar Indra.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Penerima Manfaat Melalui Program PEKA
Indra menjelaskan sektor jasa konstruksi memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi sehingga perlindungan tenaga kerja perlu dipastikan sejak proyek mulai berjalan. BPJS Ketenagakerjaan menyediakan perlindungan bagi pekerja jasa konstruksi melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), termasuk bagi pekerja harian lepas, borongan, dan musiman yang terlibat dalam proyek. “Setiap proyek perlu memastikan seluruh pekerja yang terlibat memperoleh perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sesuai ketentuan, termasuk pekerja yang masuk dan keluar mengikuti kebutuhan proyek,” kata Indra.
Menurut Indra, pembahasan bersama Shimizu Corporation menghasilkan informasi strategis terkait rencana proyek MRT yang diperkirakan memasuki proses lelang pada September 2026. Informasi tersebut menjadi bahan bagi BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih untuk melakukan pemantauan perkembangan proyek dan menyiapkan pendekatan pembinaan kepesertaan ketika proyek memasuki tahapan berikutnya. “Informasi mengenai rencana lelang proyek MRT menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melakukan monitoring dan menyiapkan langkah pembinaan sejak awal,” ungkap Indra.
Indra menuturkan tahap land clearing proyek diperkirakan dimulai pada Mei 2027 dan berpotensi menjadi fase awal mobilisasi tenaga kerja baru. Momentum tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pendaftaran pekerja tidak terlambat ketika aktivitas proyek mulai meningkat. BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan mekanisme pendaftaran proyek melalui layanan e-Jakon, sementara data pekerja dapat didaftarkan secara by name by address melalui kantor cabang maupun aplikasi tersebut. “Kami akan memanfaatkan informasi jadwal mobilisasi tersebut untuk menyiapkan pendampingan sehingga perlindungan pekerja dapat berjalan sejak proyek mulai melibatkan tenaga kerja,” tutur Indra.
Indra menambahkan kegiatan CRM juga memperluas jejaring komunikasi dengan pihak perusahaan melalui kontak baru dari Divisi Building Shimizu, yaitu Robert yang berkantor di Trinity Tower. Penambahan jejaring tersebut diharapkan mempercepat pertukaran informasi mengenai rencana proyek dan kebutuhan kepesertaan pada pekerjaan konstruksi berikutnya. “Penguatan komunikasi dengan Divisi Building menjadi bagian penting dari CRM agar koordinasi mengenai proyek dan perlindungan tenaga kerja dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah,” jelas Indra.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Bagi Pemilah 4.000 Pekerja Sampah
Indra menjelaskan perlindungan sektor jasa konstruksi mencakup JKK dan JKM. JKK memberikan manfaat pelayanan kesehatan serta santunan uang tunai bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, sedangkan JKM memberikan manfaat kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Besaran iuran sektor jasa konstruksi dihitung berdasarkan nilai kontrak proyek atau upah sesuai kondisi yang dipersyaratkan dalam ketentuan, sedangkan pendaftaran proyek dapat dilakukan melalui layanan e-Jakon. “Perlindungan JKK dan JKM memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus membantu perusahaan mengelola risiko ketenagakerjaan selama pelaksanaan proyek,” kata Indra.
Indra menegaskan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih akan melanjutkan pembinaan dan komunikasi dengan perusahaan jasa konstruksi untuk mengidentifikasi proyek-proyek potensial sekaligus memastikan kepesertaan tenaga kerja dapat dipenuhi sesuai ketentuan. Pendekatan CRM tersebut diarahkan tidak hanya pada hubungan kelembagaan, tetapi juga pada kesinambungan perlindungan pekerja di setiap tahapan proyek. “Kami siap mendampingi perusahaan mulai dari tahap perencanaan kepesertaan, pendaftaran proyek hingga pengelolaan data pekerja agar perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat berjalan optimal,” pungkas Indra.
Comment