BEKASI, CEKLISSATU - Menjelang Hari Pelanggan Nasional yang diperingati pada 4 September 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Tangguh Bencana di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (20/8). Program yang berada di wilayah ring 1 Gardu Induk (GI) Tegalherang ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus penguatan sarana dan prasarana kebencanaan.
General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, mengatakan momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN bahwa pelayanan kepada pelanggan harus dipersiapkan dalam berbagai kondisi, termasuk dalam menghadapi potensi bencana.
"Hari Pelanggan Nasional bukan hanya momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, tetapi juga menjadi pengingat bagi PLN untuk terus memastikan keandalan layanan. Mitigasi kebencanaan merupakan salah satu bagian dari upaya tersebut. Dengan memperkuat kesiapan masyarakat dan lingkungan di sekitar aset, kami berupaya mengantisipasi risiko sejak dini agar operasional sistem kelistrikan tetap aman dan andal," ujar Amiruddin.
Upaya mitigasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan operasional ketenagalistrikan terlebih karena Desa Sukamakmur berada di sekitar aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang memiliki potensi banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian PLN karena GI Tegalherang pernah terdampak banjir, sehingga kesiapan masyarakat dan lingkungan di sekitar aset menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk menghadapi potensi risiko bencana.
Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar aset ketenagalistrikan merupakan bagian dari upaya PLN membangun ketahanan bersama dalam menghadapi potensi bencana.
Comment