JAKARTA, CEKLISSATU - Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah kasus gagal ginjal akut di Indonesia terus meningkat. Terhitung 24 Oktober 2022 sebanyak 141 anak meninggal.
Jumlah ini terus meningkat dipicu cemaran diduga dari zat pelarut dalam proses pembuatan obat etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE).
"Kami simpulkan penyebabnya obat (mengandung zat) kimia yang merupakan cemaran dari pelarut ini," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara, Senin 24 Oktober 2022.
Baca Juga : Lonjakan Kasus Ginjal Akut Baru Merebak, Ini Jawaban Menkes
Menkes menambahkan sejauh ini sudah ada total 245 kasus yang tersebar di 26 provinsi. Dengan kematian mencapai 141 orang, fatality ratenya menjadi 57,6 persen.
Angka ini jauh lebih tinggi dari laporan kasus di Gambia. Sejauh ini tercatat jumlah kematian anak akibat gagal ginjal yang dipicu cemaran obat di negara tersebut yakni 70 kasus.
Setelah sebelumnya dilarang, pemerintah saat ini membolehkan kembali peredaran obat-obatan sirup yang sudah terbukti aman dan tidak tercemar zat kimia berbahaya. Anak yang harus mengonsumsi obat sirup akan diperbolehkan tetapi dengan resep dan pengawasan dokter.
Comment