JAKARTA, CEKLISSATU – Hakiki Kamil, berhasil meraih Juara 3 kategori Futuristik pada Festival Humanoid Kota Tua 2026. Ajang yang berlangsung 23 Mei 2026 di Taman Fatahilah, Kota Tua, Jakarta, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Maestro Pantomim Septyan Dwi Cahyo selaku Ketua Asosiasi Pantomime Indonesia (Aspi). 

Hakiki tampil memukau lewat karya berjudul “The Last Original Face”. Ia mengangkat isu Overload Identity yang relevan dengan tema Jakarta Global City. Dalam pertunjukannya, Hakiki menyoroti hiruk pikuk kehidupan urban Jakarta yang penuh distraksi, sehingga manusia modern sering lupa untuk terkoneksi dengan dirinya sendiri.

Baca Juga: Cannes Raup Rp4,4 Triliun dari Festival Film, Rano Karno Ingin Industri Event Jadi Mesin Ekonomi Baru Jakarta

“Pertunjukan ini lahir dari fenomena kehidupan urban Jakarta sebagai kota global yang menuntut manusia untuk terus tampil,” ungkap Hakiki.

Juri menilai konsep dan gagasan yang dibawakan Hakiki kuat, selaras dengan tema futuristik, serta memiliki pesan yang menggugah tentang kondisi masyarakat urban saat ini.

Hakiki Kamil lahir di Lebak, 11 April 1998. Ia mulai mengenal dunia seni peran saat SMA bersama Teater Santri Indonesia. Kini ia berdomisili di Bogor, Jawa Barat, sambil menempuh studi Sastra Indonesia di Universitas Pakuan. 

Semasa kuliah, ia aktif di Teater Karoeng dan kini menjadi Co-Founder Jempling Mime Studio. Namanya sudah malang melintang di panggung dan layar, baik nasional maupun internasional. Beberapa karyanya antara lain Musikal Cek Toko Sebelah 2022, Jurnal Risa Series Disney+ Hotstar 2022, Dukkha SAE Indonesia 2024, dan Musikal Petualangan Sherina 2025.

Karya yang membawanya menang disusun bersama tim kreatif: Penggagas Karya & Model: Hakiki Kamil, Pengarah Artistik: Suryana Ramadhan, Asisten Pengarah Artistik: Juniarta Rasyad SK.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa seniman daerah dari Banten yang kini berdomisili di Bogor mampu bersaing dan membawa gagasan segar di panggung seni nasional.