JAKARTA, CEKLISSATU – Masyarakat di sekitar Gunung api Ibu Halmahera Barat, Maluku Utara diharapkan berhati-hati. Pada pagi ini, Kamis (12/9/2024) gunung Ibu mengalami erupsi.
Dilansir dari informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akibat erupsi gunung Ibu tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung.
Kemudian sekitar 2.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati mempunyai warna kelabu dengan intensitas tebal condong kea rah tenggara.
Dan erupsi ini terekam dalam seismogram dengan amplitude maksimum 28 mm dan durasi sekitar satu menit 15 detik.
Baca Juga : Gunung Semeru di Jawa Timur Erupsi Lagi Pagi Ini, Letusan Mencapai 800 Meter
Ketika terjadi erupsi, terdengar suara dentuman dari gunung Ibu dengan tingkat yang masih lemah hingga di Pos Pengamatan gunung Api Ibu.
Gunung ibu kini berada pada status Level III atau Siaga. KESDM merekomendasikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, dan pengunjung hingga wisatawan agar tidak melakukan aktivitas.
Larangan beraktivitas itu setidaknya dalam radius 4 km dari kawah gunung, dan perluasan sektoral hingga 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Selain itu, KESDM mengimbau agar jika hujan abu terjadi, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).
Baca Juga : Wisata Alam Kawah Ratu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Hal tersebut bertujuan melindungi kesehatan dari dampak abu vulkanik yang dapat memberikan gangguan pada saluran pernapasan dan mata.
Kemudian selalu penting untuk mematuhi peringatan dan rekomendasi dari otoritas terkait saat terjadi erupsi gunung api untuk menjaga keselamatan dan kesehatan semua orang.
Semua pihak diharapkan dapat bekerjasama dalam mengikuti petunjuk yang diberikan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat aktivitas gunung api.
Comment