BOGOR, CEKLISSATU- Kementerian Koperasi (KemenKop) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama melakukan proses seleksi calon peserta manajer koperasi desa/kelurahan pada Minggu-selasa (3-12/5/2026) di sejumlah provinsi di seluruh Indonesia. Proses seleksi yang digelar dan sekaligus dijalankan oleh Panitia Seleksi Nasional (panselnas) melibatkan sebanyak 639.732 orang pelamar aktif terhitung hingga penutupan administrasi hanya 483.648 pelamar tercatat lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan tes kompetensi yang digelar pada  Minggu, 3 Mei hingga Selasa, 12 Mei 2026 kemarin. 

Dalam seleksinya sepanjang minggu pertama bulan Mei kemarin, sejumlah peserta yang lolos ke tahap tes kompetensi mengeluhkan akan mekanisme dan fungsi sistem yang terbilang buruk diantaranya tidak percaya akan proses seleksi KemenKop tahun ini. Beberapa merasakan selama proses pengerjaan tes website mendadak eror, validitas jawaban peserta tidak terekam dengan sempurna, jawaban pilihan peserta berganti sendiri pada saat akan disimpan, dan beberapa lainnya merasakan kursor monitor tidak bisa di klik atas jawaban yang sudah peserta pilih sehingga langsung secara otomatis memilih bagan jawaban yang lain.

Baca Juga: UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor Buka Seleksi Atlet Baru 2026, Targetkan Bibit Unggul Berprestasi

Hal itu dialami oleh pemilik Ripal secara terus terang mengungkapkan kekecewaan atas ketidak percayaan terhadap proses seleksi ini. Keluhan lainnya diungkap pula oleh sejumlah peserta di akun sosial media, “Demi Allah saya bersaksi: 1.pilihan jawaban susah di klik, 2.pada saat klik finish malah kelempar ke no soal lain, 3.jawaban berubah setelah di next, saya sudah nomor 19 pas ngecek jawaban no 1 itu bukan pilihan yang saya klik alias berubah” ujar akun @naon**  pada unggahan videonya di sosial media.

Selain kekecewaan yang dialami pada saat proses seleksi berlangsung kondisi ini menimbulkan kecaman ketidakadilan atas upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) dan kestabilan pekerja, beberapa lainnya menduga proses seleksi ini hanya untuk pelamar titipan. Karena bukan hanya akan merugikan individu namun dapat berdampak pada kredibilitas panitia penyelenggara dan lembaga terkait, hal tersebut diperkuat oleh pemilik akun @cie*** “Kasian yg jauh pak, rugi waktu, biaya , sistem error jawaban berpindah waktu yg sesingkat itu,” tambahnya.

Mal Sistem tanpa klarifikasi tidak berimbang dari pihak penyelenggara tentunya dapat merugikan pelamar, ditambah dengan fenomena nyata yang dihadapi peserta pada saat tes kompetensi berlangsung hampir setengah merasakan gangguan sistemnya. Walaupun kondisi tersebut sudah mendapatkan jawaban bahwa proses seleksi merah putih akan diawasi ketat oleh panitia seleksi nasional agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Zulkifli, Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan “Tidak ada bayaran apa pun. Tidak ada titipan,” ujarnya. Namun peserta cukup merasa dirugikan akan tanggapan penyelenggara tidak komprehensif.

Penulis: Ade Pramitha
Sumber Narasumber: Tribunnews.com