Namun begitu, hingga berita ini dimuat belum ada informasi resmi dari KAI terkait harga tiket, jadwal perjalanan, maupun daftar stasiun pemberhentian.
Dedi Mulyadi mengatakan, pembiayaan untuk program ini berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Selain itu, MoU juga mencakup pengembangan layanan jarak jauh berkecepatan lebih tinggi.
“Yang dibiayai oleh pemerintah daerah adalah kereta kilat Pajajaran, itu menghubungkan Jakarta sampai Banjar dengan waktu tempuh tiga jam,” terangnya.
Pemprov Jabar juga menyiapkan lokomotif dan gerbong khusus untuk pengangkutan hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta–Cirebon, Jakarta–Tasikmalaya, serta Jakarta–Banjar. Untuk rute Jakarta–Bandung, ditargetkan waktu tempuh hanya 90 menit.
Dedi Mulyadi menyebutkan, anggaran yang disiapkan untuk proyek kereta kilat mencapai Rp8 triliun, yang kini masih dalam proses penyusunan detail engineering design (DED).
“Nah itu akan menjadi fokus prioritas kita, selain itu juga ada kereta barang pengangkut hasil pertanian dan hasil peternakan,” pungkasnya.
Comment