Menurutnya, kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, Bank Mandiri melalui Rumah BUMN, serta para pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang lebih komprehensif bagi para penerima manfaat.

"Hingga saat ini, Program PEKA di wilayah DKI Jakarta telah diikuti oleh 299 peserta. Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak ahli waris yang memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, serta mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga," lanjutnya.

Ady menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis agar Program PEKA tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Iksarudin, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program PEKA. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja dan keluarganya tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor yang terencana dan berkelanjutan.

"Pekerja merupakan aset penting bagi bangsa yang dalam menjalankan aktivitasnya menghadapi berbagai risiko, termasuk kecelakaan kerja dan kematian. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan agar perlindungan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya semakin menyeluruh," kata Iksarudin.

Menurut Iksarudin, Program PEKA menjadi salah satu bentuk nyata keberlanjutan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan setelah manfaat jaminan sosial diserahkan kepada ahli waris. Program tersebut tidak hanya membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi kebutuhan ekonomi keluarga pada masa mendatang.

"Melalui Program PEKA, kami tidak hanya memikirkan kondisi ahli waris pada saat menerima santunan, tetapi juga masa depan mereka. Santunan yang diterima perlu dikelola dengan baik dan dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif agar dapat memberikan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga," ujarnya.

"Keberhasilan Program PEKA akan terlihat ketika para peserta mampu memiliki penghasilan sendiri, mengembangkan usahanya, dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Inilah wujud perlindungan jaminan sosial yang tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, tetapi juga membantu keluarga pekerja bangkit dan menata masa depan yang lebih baik," tutupnya.