BOGOR, CEKLISSATU - Pasca ditutupnya Jalan Batutulis yang menjadi akses menuju Cipaku dan Pamoyanan pasca bencana tanah longsor beberapa waktu lalu, mengakibatkan tutupnya bebarapa tempat usaha di sepanjang jalan tersebut. 

Salah satu tokoh masyarakt di daerah Batutulis Jajang Suherman mengatakan, banyak usaha warga yang terkena dampak langsung akibat tertutupnya akses utama menuju Cipaku dan Pamoyanan dari Kota Bogor itu. 

“Pasca bencana longsor ada beberapa dampak yang dirasakan masyarakat terutama pelaku usaha, kurang lebih ada 11 tempat usaha yang langsung terkena dampak,” kata dia kepada ceklissatu.com, Senin (14/4/2025).

Baca Juga: Dedie Rachim: Jalan Amblas Ditutup Permanen, Opsi Terakhir Bangun Jalur Baru

Ujang menambahkan bukan hanya pelaku usaha saja yang terkena dampak, tetapi warga sekitar juga merasakan dampak tertutupnya akses Jalan Batutulis tersebut. 

“Warga lain juga ikut merasakan dari tertutupnya akses itu. Yang biasanya kalau naik angkot dapat turun dekat rumah, sekarang jadi terputus, jadi mau tidak mau mereka harus berjalan kaki dahulu,” ujarnya.

“Tertutupnya akses Jalan Batutulis itu tidak hanya berdampak bagi warga Bogor Selatan, tetapi semua yang biasa menjadikan jalan ini sebagai akses menuju tempat tujuan,” tambahnya.

Baca Juga: Tangani Dampak Longsor di Batutulis, Pemkot Bogor Minta Pemerintah Pusat Segera Turun Tangan

Menurut Jajang, masyarakat sampai saat ini masih menunggu dan butuh kepastian dalam upaya dan langkah-langkah dari pihak terkait.

“Kami butuh kepastian kapan akses Jalan Batutulis ini segera diperbaiki, demi keberlangsungan ekonomi warga sekitar,” tutup dia.