BOGOR, CEKLISSATU - Proyek pembangunan toilet di dua SMPN Kota Bogor tengah menjadi perbincangan hangat. Sorotan terhadap proyek tersebut muncul karena anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan toilet, mencapai jumlah yang dianggap tidak wajar.
Menurut data di laman LPSE Kota Bogor, setiap proyek pembangunan toilet memiliki pagu anggaran sebesar Rp200 juta melalui APBD Kota Bogor tahun 2023. Proyek-proyek ini telah melalui tahap lelang dan sudah memiliki pemenang yang menjalankan pengerjaannya.
Pengamat Kebijakan Publik, Yus Fitriadi mengungkapkan keheranannya terkait anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan toilet. Menurutnya, dengan anggaran sebesar Rp200 juta, seharusnya sudah cukup untuk membangun dua ruang kelas baru.
Baca Juga : Dukung Ekosistem Digital dan Transformasi Kerja Baru di IKN, Kemensetneg: Smart City Bukan Hanya Konsep
"Bagi saya, anggaran sebesar itu hanya untuk pembangunan toilet di dua sekolah sangat tidak wajar. Rp200 juta tersebut seharusnya sudah cukup untuk membangun dua ruang kelas baru, bukan hanya untuk pembangunan toilet, atau bahkan bisa digunakan untuk pembangunan toilet di lima sekolah," ucapnya pada Rabu 4 Oktober 2023.
Selain itu, Yus Fitriadi juga mencatat bahwa sekolah negeri biasanya sudah memiliki fasilitas toilet yang memadai. Jika pun diperlukan, anggaran seharusnya digunakan untuk rehabilitasi atau renovasi fasilitas toilet yang sudah ada.
"Mungkin masih banyak lembaga pendidikan lain yang belum memiliki toilet yang memadai. Oleh karena itu, saya berharap pihak pemeriksa keuangan, baik inspektorat maupun BPK, untuk mengawasi penggunaan anggaran tersebut dengan cermat," ungkapnya.
Sementara itu, kontroversi seputar anggaran toilet ini terus menjadi perbincangan di Kota Bogor, dengan sejumlah pihak yang mempertanyakan transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran publik dalam proyek-proyek tersebut.
Comment